Proyek SPAM Dieng 2 yang Ganggu Warga dan Merusak Fasilitas PDAM di Kepanjen, Praktisi Hukum Kritisi Tuntut Tanggung Jawab

  • Whatsapp
Proyek spam
Foto : (keadaan lokasi penggalian proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) kepanjen)

Loading

xposeTV.live // MALANG – Pembangunan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Dieng II yang berlokasi di wilayah Kecamatan Kepanjen dan sekitarnya mendapat sorotan tajam dari praktisi hukum. Proyek yang digadang-gadang melayani SMA Taruna Nusantara dan warga Malang Selatan ini, dinilai bermasalah karena aktivitas pengerjaannya dilaporkan mengganggu ketenangan warga dan merusak jaringan pipa PDAM eksisting milik warga di kawasan Tempur, Kemiri, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Bacaan Lainnya

Praktisi Hukum Ach Hussairi, S.H., M.H., mendesak Perumda Tirta Kanjuruhan dan kontraktor pelaksana untuk bertanggung jawab penuh atas dampak sosial dan kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan.

“Pembangunan itu tujuannya baik, tetapi kalau prosesnya ugal-ugalan dan merusak fasilitas yang sudah ada, ini salah. Warga Tempur Kemiri mengeluhkan air mereka mati karena pipa rusak terkena galian, dan akses jalan terganggu,” ujar Hussairi sapaan akrabnya saat meninjau lokasi, Senin (6/4/2026).

Menurut informasi di lapangan, pengerjaan proyek galian jaringan pipa untuk proyek SPAM senilai ratusan miliar tersebut berjalan tanpa sosialisasi yang matang dan meminimalisir dampak lingkungan. Warga mengeluhkan debu, galian yang menutup akses jalan, serta putusnya jaringan pipa air mandiri maupun PDAM di wilayah Kemiri.

“Kami meminta pengerjaan dihentikan sementara sampai ada perbaikan kerusakan. Warga berhak atas ganti rugi, baik secara materil maupun sosial. Jangan sampai proyek untuk kepentingan elite, mengorbankan hajat hidup orang banyak di Kepanjen,” tandasnya.

Sebelumnya, proyek SPAM Dieng II (Pelayanan SMA Taruna Nusantara) dilaporkan memang menjadi salah satu program prioritas Perumda Tirta Kanjuruhan pada awal 2026 untuk menguatkan layanan air minum di wilayah Malang Selatan. Namun, minimnya mitigasi dampak pengerjaan menimbulkan gejolak sosial di tingkat warga lokal.

Hingga berita ini diturunkan, warga Tempur, Kemiri masih menanti tindak lanjut dari pihak pelaksana proyek terkait perbaikan jaringan air yang rusak.

🇮🇩 CATATAN REDAKSI: 🇮🇩 Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita dan atau konten video tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi dan/atau hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.👍 Artikel/berita yang dimaksud dapat dikirimkan melalui email redaksi: xposetv0@gmail.com. Terima kasih.👍👍👍

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *