Mbah Mari Dibantu Mas Dhito, Buka Usaha Es Teh, Harapan Baru di Tengah Sulitnya Mencari Sayuran Hutan

  • Whatsapp

Loading

berita, 2/6/2026

Bacaan Lainnya

XPOSETV// KEDIRI – Harapan baru menghampiri Mbah Mari (61), warga Dusun Ringinbagus Desa Manggis Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri yang selama ini menggantungkan hidup dari mencari sayuran liar di hutan.

Memasuki musim kemarau, hasil yang biasa diperoleh Mbah Mari semakin berkurang. Sayuran yang biasanya mudah ditemukan kini mulai sulit didapat, sehingga pendapatan keluarga pun ikut menurun.

“Musim kemarau, biasanya sayuran satu minggu bisa diambil dua kali, hanya bisa satu kali, itu saja tidak banyak,” ucap kakek yang mengasuh cucu berkebutuhan khusus ini.

Di tengah kondisi tersebut, secercah harapan datang melalui perhatian Pemerintah Kabupaten Kediri. Perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri mendatangi rumah Mbah Mari pada Selasa (2/6/2026) siang.

Kedatangan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito ke rumah Mbah Mari pada 5 Mei 2026 lalu.

Sebagai upaya membantu memperkuat ekonomi keluarga, Mbah Mari mendapatkan bantuan berupa rombong kontainer lengkap untuk memulai usaha minuman.

Melalui bantuan itu, Mbah Mari berencana membuka usaha berjualan es teh dan kopi di depan rumahnya. Usaha tersebut diharapkan menjadi sumber penghasilan baru yang lebih stabil dibanding bergantung pada hasil mencari sayuran liar di hutan.

Bantuan itu disambut dengan penuh rasa syukur. Bagi Mbah Mari, rombong usaha yang diterimanya menjadi peluang baru untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga sekaligus memberikan harapan di masa mendatang.

Rencananya, usaha tersebut juga akan melibatkan putrinya, Niha (19) yang baru lulus sekolah. Kehadiran Niha diharapkan dapat membantu mengelola usaha karena setiap hari Mbah Mari juga harus merawat cucunya, Muhammad Alza Octaviana (12) yang bersekolah di SLB PGRI Puncu.

“Mudah-mudahan usaha saya bisa lancar dan nantinya bisa berkembang,” doanya.

Mbah Mari mengaku kondisi fisiknya yang semakin menua membuat aktivitas mencari sayuran di hutan tidak lagi semudah dulu. Terlebih saat musim kemarau, hasil yang diperoleh semakin sedikit.

Karena itu, ia optimistis usaha es teh dan kopi yang akan dijalankan memiliki peluang cukup baik. Apalagi rumahnya berada di lingkungan yang padat penduduk sehingga berpotensi memiliki banyak pelanggan.

Tak hanya memberikan bantuan usaha, perhatian yang diberikan Mas Dhito juga diwujudkan melalui perbaikan rumah Mbah Mari. Setelah kunjungan sebulan lalu, rumah yang sebelumnya mengalami banyak kerusakan kini telah direnovasi.

Atap rumah yang sebelumnya lapuk diganti menggunakan material baja ringan. Dinding rumah juga ditinggikan sehingga kondisi hunian menjadi lebih nyaman dan aman untuk ditempati.

“Kayu-kayunya itu dulu sudah lapuk, gentengnya berantakan jadi kalau hujan bocor, apalagi ada angin, air masuk semua seperti tidak di dalam rumah, bingung saya. Alhamdulilah dibantu dari Pak Dhito,” terangnya. ( Red/ Yanto/ Diskominfo).

 

 

 

🇮🇩 CATATAN REDAKSI: 🇮🇩 Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita dan atau konten video tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi dan/atau hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.👍 Artikel/berita yang dimaksud dapat dikirimkan melalui email redaksi: xposetv0@gmail.com. Terima kasih.👍👍👍

Pos terkait