Sumbawa Besar, XposeTV, (Senin 12 Januari 2026),— Peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Sumbawa ke-67 Tahun 2026 tidak hanya dirayakan dengan gema seremoni, tetapi juga diisi dengan langkah reflektif yang menyentuh ruh masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengawali rangkaian peringatan tersebut dengan Haflah Al-Qur’an bertajuk “Sumbawa Mengaji”, yang berlangsung khidmat pada Minggu malam, (11/1/2026), usai sholat Isya, di Mushollah Pendopo Bupati Sumbawa.
Malam itu, Pendopo Bupati tak sekadar menjadi ruang pemerintahan, melainkan menjelma sebagai pusat lantunan ayat suci dan do’a bersama. Kegiatan ini menjadi tonggak awal gerakan Sumbawa Mengaji, sebuah ikhtiar kolektif untuk menumbuhkan kesadaran spiritual sebagai fondasi pembangunan daerah.
Ketua Ikatan Persaudaraan Qori Qoriah Kabupaten Sumbawa (IPQOH), H. Varian Bintoro, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa pemilihan Pendopo sebagai titik mula bukan tanpa alasan. Ia menilai bahwa keteladanan harus dimulai dari pusat kekuasaan, agar nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya hidup di masjid dan majelis, tetapi juga menjiwai arah kebijakan dan kepemimpinan daerah.
“Pendopo ini simbol pemerintahan. Ketika lantunan Al-Qur’an menggema dari sini, maka pesan moralnya akan menjalar ke seluruh penjuru Sumbawa,” tuturnya.
Haflah Al-Qur’an tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, yang hadir langsung dan memberikan pesan kebangsaan bernuansa religius. Bupati menegaskan bahwa pembangunan yang sejati tidak cukup hanya diukur dari infrastruktur dan angka statistik, tetapi juga dari kekuatan iman, akhlak, dan karakter masyarakatnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati turut mengangkat kebanggaan daerah melalui kisah sukses Yuni Wulandari, putri asal Desa Lamenta, Kecamatan Empang, yang berhasil menorehkan prestasi sebagai juara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat internasional. Menurut Bupati, capaian tersebut menjadi bukti bahwa Sumbawa memiliki sumber daya Qur’ani yang unggul dan patut terus dibina secara sistematis.
Sebagai wujud komitmen nyata, Bupati mencanangkan program mengaji dan berdo’a rutin setiap malam Jum’at, yang akan dilaksanakan secara berkala sebulan sekali di Musholla Pendopo Bupati. Program ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan spiritual antara pemerintah dan masyarakat.
Tak berhenti di situ, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga merencanakan pendirian Rumah Tahfiz Al-Qur’an di lingkungan Musholla Pendopo. Program ini akan difokuskan pada pembinaan anak-anak calon penghafal Al-Qur’an, dengan sistem pembelajaran intensif, tenaga pengajar profesional yang digaji, serta dukungan konsumsi bagi para santri. Pada tahap awal, rumah tahfiz ini ditargetkan menampung sekitar 10 hingga 15 peserta.
Untuk memastikan kesinambungan program, Pemkab Sumbawa akan menggandeng BAZNAS sebagai mitra strategis dalam pendanaan dan pengelolaan, sehingga program tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Melalui Haflah Al-Qur’an dan pencanangan Sumbawa Mengaji, peringatan HUT ke-67 Kabupaten Sumbawa menjadi momentum penegasan arah pembangunan yang berimbang—antara kemajuan lahiriah dan penguatan batiniah—demi mewujudkan Sumbawa yang religius, berkarakter, dan berkeadaban. (Red)






































