![]()
xposetv.live//Boalemo — Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tidak hanya menjadi simbol kemenangan spiritual, tetapi juga mencerminkan kedewasaan sosial masyarakat dalam merayakan kebersamaan.
Menjelang tradisi Ketupat yang digelar setiap tanggal 7 Syawal, Ketua DPRD Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho, mengimbau masyarakat untuk merayakannya secara tertib, aman, dan penuh tanggung jawab.
Di Gorontalo, tradisi Ketupat telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri. Tradisi yang berakar dari budaya Jawa Tondano ini kini telah berbaur dan menjadi identitas kultural masyarakat Gorontalo yang sarat nilai kebersamaan dan silaturahmi.
Dalam keterangannya, Karyawan Eka Putra Noho menegaskan bahwa perayaan tradisi Ketupat harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kesucian Idul Fitri serta menjaga ketertiban umum.
Ia mengingatkan masyarakat agar menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan, seperti konvoi berlebihan, penggunaan knalpot bising, maupun tindakan lain yang dapat membahayakan keselamatan.
“Tradisi Ketupat adalah warisan budaya yang harus kita jaga bersama. Jadikan momentum ini sebagai sarana mempererat silaturahmi, bukan justru menimbulkan gangguan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan serta menghormati nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dengan semangat Idul Fitri dan tradisi Ketupat, diharapkan masyarakat Boalemo dapat terus menjaga harmoni sosial, memperkuat persatuan, serta menciptakan suasana perayaan yang aman, tertib, dan penuh makna.(FM)






































