Kabupaten Madiun, XposeTV – Program ketahanan pangan mulai direalisasikan oleh Pemerintah Desa Bagi, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Program tersebut diwujudkan melalui pengembangan peternakan kambing yang berlokasi di kawasan Tanah Kas Desa (TKD) dekat Exit Tol Bagi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
Saat ini berbagai sarana pendukung tengah dibangun. Pembangunan kandang kambing, bank pakan, kantor BUMDes, fasilitas kamar mandi, serta sarana penunjang lainnya telah mulai dilaksanakan. Seluruh kegiatan tersebut didanai melalui Dana Desa dengan alokasi anggaran sebesar Rp241 juta yang diperuntukkan bagi pelaksanaan program ketahanan pangan desa.

Direktur BUMDes Desa Bagi, Zaim Mahmudi, S.H., mengatakan bahwa program peternakan kambing dirancang sebagai langkah awal dalam pengembangan unit usaha produktif yang dikelola BUMDes secara berkelanjutan.
“Program ketahanan pangan ini merupakan amanat pemerintah yang harus dilaksanakan oleh desa. Namun kami tidak ingin berhenti hanya pada peternakan kambing saja. Ke depan berbagai potensi usaha akan dikembangkan agar manfaat ekonomi yang lebih luas dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya saat ditemui di lokasi pembangunan, Minggu (8/6/2026).
Menurut Zaim, lokasi Desa Bagi yang berada di sekitar Exit Tol Madiun menjadi salah satu modal penting dalam pengembangan usaha desa. Letak yang strategis dinilai mampu membuka peluang tumbuhnya berbagai aktivitas ekonomi yang melibatkan masyarakat maupun pelaku usaha lokal.
Pembangunan kandang kambing dan berbagai fasilitas pendukung dijadikan sebagai tahap awal dalam konsep pengembangan kawasan ekonomi desa yang tengah disiapkan oleh Pemerintah Desa Bagi bersama BUMDes. Dalam perencanaannya, kawasan tersebut akan difungsikan sebagai sentra peternakan sekaligus pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
Salah satu program yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan kawasan pujasera desa yang direncanakan sebagai wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan berbagai produk unggulan lokal. Melalui fasilitas tersebut, peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan dapat terwujud.
Selain pujasera, kawasan tersebut juga direncanakan untuk dilengkapi dengan fasilitas food court dan lapangan futsal desa. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi dan olahraga masyarakat sekaligus menjadi daya tarik bagi pengguna jalan yang melintas di kawasan Exit Tol Bagi.
Menurut Zaim, pengembangan kawasan terpadu berbasis BUMDes merupakan bagian dari upaya pemanfaatan potensi strategis Desa Bagi yang berada di jalur penghubung wilayah Madiun, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan.
“BUMDes diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa. Potensi yang dimiliki Desa Bagi cukup besar dan perlu dikelola secara maksimal agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Dengan dukungan seluruh warga, program yang sedang dirintis ini diyakini dapat berkembang dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Program ketahanan pangan yang mulai dijalankan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan Desa Bagi yang mandiri, produktif, dan memiliki daya saing ekonomi yang kuat. Melalui pengelolaan potensi desa secara berkelanjutan, BUMDes diharapkan mampu menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di masa mendatang. (Tris)






































