Polda NTB Gandeng Pemerhati Pekerja Migran, Perkuat Pencegahan TPPO Lewat Program MOVE ID

  • Whatsapp
Polda NTB Gandeng Pemerhati Pekerja Migran, Perkuat Pencegahan TPPO Lewat Program MOVE ID
Polda NTB Gandeng Pemerhati Pekerja Migran, Perkuat Pencegahan TPPO Lewat Program MOVE ID

Loading

XPOSE TV//Mataram, NTB – Polda NTB dalam upaya memperkuat pengawasan dan sosialisasi migrasi aman, Polda NTB melalui Subdit IV Reskrimum menggandeng para pemerhati pekerja migran dan komunitas akar rumput. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Bacaan Lainnya

Kasubdit IV Reskrimum Polda NTB, AKBP Ni Made Pujewati, S.I.K., M.M., mengungkapkan bahwa sinergi ini menjadi bagian dari program kolaboratif bertajuk MOVE ID, yang melibatkan unsur aparat, lembaga pemerintah, dan masyarakat sipil dalam satu gerakan nasional pencegahan TPPO.

> “Yang paling tahu situasi lapangan adalah para pemerhati pekerja migran. Maka dari itu, ke depan kami akan libatkan mereka dalam menggali informasi, mengidentifikasi celah, serta menyusun strategi pencegahan,” tegas Pujewati saat ditemui di Mataram, Rabu (25/6/2025).

 

Polda NTB
Kasubdid IV Reskrimum Polda NTB, AKBP Ni Made Pujawati Bersama Pemerhati PMI Ketua DPD-LPRI NTB, Heffy Alamsyah Dan Lalu Erlan Setiadi Pemerhati PMI Lombok Tengah

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia Nusa Tenggara Barat (DPD-LPRI NTB), Heffy Alamsyah, serta aktivis Pemerhati Pekerja Migran Indonesia  (PMI) Lombok Tengah, Lalu Erlan Setiadi, yang dikenal sebagai pendamping pekerja migran dan penggerak edukasi migrasi aman di akar rumput.

Kolaborasi Multisektor Hadirkan Pencegahan Nyata

MOVE ID sendiri merupakan program hasil kolaborasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dengan pemerintah Jerman melalui GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit). Di NTB, program ini telah diresmikan kamis (19/6) oleh Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, serta Kepala BP3MI NTB, Noerman Adiguna, SE., MBA.

Program ini akan menempatkan para Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak sosialisasi di desa-desa, dengan menyampaikan informasi tentang migrasi aman yang telah disusun bersama para mitra NGO dan komunitas pendamping migran.

> “Kita akan latih petugas kepolisian di lapangan agar mereka tidak hanya responsif terhadap laporan, tapi juga aktif menyampaikan edukasi ke masyarakat,” lanjut Pujewati.

Data Lapangan dan Peran Komunitas Jadi Kunci

Menurut Lalu Erlan Setiadi, salah satu aktivis migran yang dilibatkan dalam kolaborasi ini, sebagian besar korban TPPO berasal dari daerah-daerah pedesaan yang minim informasi. Mereka seringkali tergiur oleh iming-iming kerja ke luar negeri dengan proses instan dan tanpa prosedur resmi.

> “Di situlah para calo bermain. Korban tidak tahu bahwa mereka sedang dijebak oleh sindikat. Maka edukasi ini harus menyentuh rumah-rumah, bukan hanya seminar di kota,” jelas Erlan.

Selain edukasi, komunitas seperti Pemerhati PMI juga akan membantu pihak kepolisian dalam pemetaan daerah rawan dan modifikasi modus operandi yang berkembang di lapangan. Mereka telah mendokumentasikan sejumlah pola perekrutan ilegal yang kerap berujung pada eksploitasi.

Model Nasional Pencegahan TPPO dari NTB

Jika berhasil, program ini akan menjadi pilot project nasional dalam upaya pencegahan perdagangan orang. Strateginya adalah mengedepankan edukasi preventif dibanding penindakan semata.

> “Kita ubah cara kerja kita. Tidak menunggu korban muncul. Tapi bagaimana tidak ada korban sama sekali,” tegas AKBP Pujewati.

Ketua DPD LPRI NTB, Heffy Alamsyah, juga menyatakan siap mendukung dan mengawal program ini. Ia menyebut bahwa kehadiran komunitas sipil dalam strategi negara akan mempercepat perubahan di lapangan.

      Ajakan Terbuka: Media Dan Masyarakat Wajib Terlibat

Polda NTB juga membuka ruang bagi masyarakat umum, media lokal, serta relawan untuk terlibat langsung. Baik dalam bentuk penyebaran informasi, pelatihan, maupun pelaporan dini terhadap potensi perdagangan orang.

> “Media massa punya kekuatan besar. Jika informasi tentang migrasi aman digencarkan, masyarakat akan lebih sadar dan waspada,” tutup Pujewati.

Program ini mendapatkan sambutan positif dari sejumlah aktivis dan pengamat migrasi, yang menyebutnya sebagai langkah progresif dan humanis dari institusi kepolisian dalam menangani persoalan kompleks seperti TPPO.

Dengan tagline “Bergerak Sebelum Ada Korban,” MOVE ID menjadi harapan baru bagi para calon pekerja migran dan keluarga mereka untuk memahami proses migrasi yang benar, aman, dan bermartabat.

Red: E S
Penulis: Redaksi XPOSE TV.LIVE NTB
Foto & Liputan Lapangan: Tim XPOSE TV.LIVE NTB

#TPPO
#MigrasiAman #PekerjaMigran #PoldaNTB
#MOVEID
#NTBUpdate
#BeritaNTB

🇮🇩 CATATAN REDAKSI: 🇮🇩 Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita dan atau konten video tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi dan/atau hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.👍 Artikel/berita yang dimaksud dapat dikirimkan melalui email redaksi: xposetv0@gmail.com. Terima kasih.👍👍👍

Pos terkait