Mutiara Integritas dari tanah Intan Bulaeng: Kiprah Muhammad Rais dalam Mengawal Kebenaran Lewat Pena dan Aksi nyata

  • Whatsapp
Mutiara
Mutiara Integritas dari tanah Intan Bulaeng: Kiprah Muhammad Rais dalam Mengawal Kebenaran Lewat Pena dan Aksi nyata

Loading

XPOSETV//Mataram, NTB Mutiara integritas,  di sebuah daerah yang sedang berbenah, suara kebenaran seringkali sayup terdengar. Namun tidak di NTB. Di sini ada Muhammad Rais, yang akrab disapa Bang Rais, seorang aktivis kemanusiaan yang menjadikan integritas sebagai kompas dan kebenaran sebagai tujuan. Jumat (1206/206).

Bacaan Lainnya

Jejak Langkah di Medan Kebenaran
Secara struktural, Bang Rais mengemban amanah sebagai Wakil Pimpinan Umum Media Nasional SYBER INVESTIGASI Barsela24News.com. Di tangannya, media ini bukan sekadar corong informasi, tapi palu godam bagi ketidakadilan. Ia juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Wartawan Online Indonesia Nusa Tenggara Barat (IWO-I NTB), menempatkannya di garis depan dalam menjaga marwah jurnalisme digital nasional.

Tapi Bang Rais menolak dikotak-kotakkan. Jiwanya yang sosial membawanya merangkul peran lain yang tak kalah krusial:
1. Humas MPW Pemuda Pancasila NTB: Ia meracik narasi kepemudaan agar tidak sekadar garang, tapi juga cerdas dan solutif. Di tangannya, Pancasila bukan slogan, tapi kerja nyata.
2. Humas Muaythai NTB: Ia mengubah ring tinju menjadi ruang pembinaan karakter. Baginya, setiap pukulan harus presisi, sama seperti setiap kata yang ia tulis: harus tepat sasaran membela yang lemah.

Integritas: Mata Uang yang Tak Bisa Ditukar
Kepada tim SYBER INVESTIGASI pada 12 Juni 2026, Bang Rais membuka suara. Pria murah senyum dan pandai bergaul ini justru paling keras saat bicara soal prinsip.

“Godaan terbesar seorang wartawan dan aktivis itu bukan ancaman, tapi tawaran. Tawaran untuk diam. Tawaran untuk kompromi. Saya memilih miskin asal jangan miskin integritas,” tegasnya.

Prinsip itu ia buktikan. Rekan sejawatnya mengenal Bang Rais sebagai sosok yang menolak “amplop” dan lebih memilih turun langsung ke akar rumput. Ia pernah mengawal kasus warga tertindas hingga tuntas, meski harus berhadapan dengan pihak kuat. Ia juga yang mendorong SYBER INVESTIGASI untuk tidak hanya memberitakan, tapi melakukan advokasi.

Mengapa NTB Butuh Lebih Banyak ‘Bang Rais’?
Di era post-truth, di mana kebenaran bisa dikaburkan oleh buzzer dan algoritma, kehadiran figur seperti Bang Rais menjadi oase.

1. Penjaga Jurnalisme Investigasi: Sebagai Wapinum SYBER INVESTIGASI, ia memastikan setiap liputan melalui verifikasi berlapis. “Satu berita salah bisa membunuh karakter orang. Kami tidak mau jadi algojo,” katanya. Ia mendorong lahirnya jurnalis yang berani, tapi tidak serampangan.
2. Jembatan yang Merangkul, Bukan Memecah: Kemampuannya bergaul dengan semua kalangan ia gunakan untuk mediasi. Banyak konflik horizontal di daerah yang berhasil diredam karena ia turun tangan sebagai penengah yang dipercaya. Senyumnya mencairkan suasana, tapi datanya tak terbantahkan.
3. Aktivis yang Tidak Anti-Kritik: Sebagai Humas di dua organisasi besar, ia justru membuka ruang kritik. “Kalau organisasi alergi kritik, itu artinya ada yang disembunyikan. Pemuda Pancasila dan Muaythai harus jadi contoh keterbukaan,” ujarnya.

Seorang tokoh masyarakat NTB yang enggan disebut namanya mengatakan, “Kalau Bang Rais sudah turun, kami tenang. Dia tidak punya kepentingan selain kepentingan orang banyak. Dia itu langka. Wartawan yang hatinya aktivis, aktivis yang otaknya wartawan.”

Warisan yang Sedang Ditulis
Bang Rais tidak sedang mengejar panggung. Ia sedang menulis warisan. Ke depan, ia fokus pada tiga hal: penguatan literasi media bagi pemuda NTB agar tidak mudah diadu domba, pendampingan hukum bagi kaum marginal yang terjerat kasus, dan membangun pusat pelatihan jurnalisme investigasi di Mataram.

“Kebenaran itu seperti matahari. Boleh ditutup awan sebentar, tapi tidak bisa dipadamkan selamanya. Tugas kita cuma satu: jangan berhenti menyibaknya,” tutup Bang Rais.

Di tengah banyaknya tokoh yang kehilangan arah, Bang Rais memilih berjalan lurus. Pelan, tapi pasti. Dan senyumnya, adalah senyum orang yang tidak punya beban karena tidak pernah menggadaikan kebenaran.

Red: H A

🇮🇩 CATATAN REDAKSI: 🇮🇩 Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita dan atau konten video tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi dan/atau hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.👍 Artikel/berita yang dimaksud dapat dikirimkan melalui email redaksi: xposetv0@gmail.com. Terima kasih.👍👍👍

Pos terkait