![]()
Manado XposeTV, Suasana hangat mengisi lobi Kantor Gubernur Sulawesi Utara ketika Maykel Pusung, Ketua LPK-RI Kota Manado, berbincang santai dengan Wakil Gubernur Sulut, Dr. Victor Mailangkay, Rabu (6/8/2025). Obrolan penuh keakraban itu tidak hanya berisi canda, tetapi juga kilas balik perjuangan mereka di tengah dinamika politik yang mewarnai perjalanan menuju pelantikan Gubernur Sulut periode 2025-2030.
Mailangkay membuka percakapan dengan mengenang masa-masa penuh ketidakpastian selama kampanye 2024. “Justru di saat-saat sulit itulah karakter kita ditempa,” ujarnya dengan senyum. Maykel Pusung menyambut dengan anggukan, mengiyakan betapa tekanan politik saat itu sempat menguji ketahanan mereka. Namun, keduanya sepakat bahwa tantangan justru memperkuat solidaritas di antara mereka.
Gelak tawa pun pecah ketika Mailangkay menceritakan momen lucu di tengah kesibukan kampanye. “Ada kalanya kita harus menertawakan diri sendiri agar tidak stres,” selorohnya, disambut tawa Maykel yang turut berbagi kisah seru di lapangan. Suasana cair itu menunjukkan betapa di balik keseriusan politik, ada sisi manusiawi yang tetap terjaga.
Maykel Pusung lantas menekankan bahwa perjuangan mereka bukan sekadar berebut kursi kekuasaan. “Ini tentang mempertahankan nilai-nilai yang kami percaya,” tegasnya. Ia mengungkapkan, di saat-saat terberat, mereka saling menguatkan dengan keyakinan bahwa setiap ujian adalah bagian dari proses.
Mailangkay menambahkan, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti LPK-RI menjadi kunci kesuksesan. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk sahabat seperti Pak Maykel, sangat berarti,” ucapnya penuh syukur.
Di penghujung pertemuan, keduanya berpesan kepada generasi muda yang ingin terjun ke dunia politik dan sosial. “Jangan pernah menyerah pada kesulitan, karena di balik itu ada pelajaran berharga. Dan ketika keberhasilan datang, syukurilah sebagai buah dari kerja keras,” kata Maykel.
Pertemuan itu ditutup dengan jabat tangan erat, menegaskan komitmen mereka untuk terus bekerja sama membangun Sulawesi Utara. Sebuah percakapan sederhana yang mengingatkan semua pihak bahwa di balik hiruk-pikuk politik, persahabatan dan semangat juang tetap menjadi pondasi yang tak tergoyahkan. (Rusli Datu)






































