Mahasiswa KKN ITKA Launching Program “Kebun Keluarga” di Bayan: Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga

  • Whatsapp
Mahasiswa
•Mahasiswa KKN ITKA Launching Program "Kebun Keluarga" di Bayan: Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga•

Loading

XPOSE TV//Lombok Utara, NTB– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Kesehatan Aspirasi (ITKA) louncing program “Kebun Keluarga”, Sabtu (2/8). Menjadi awal dari sebuah gerakan kecil namun penuh makna di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Institut Teknologi dan Kesehatan Aspirasi (ITKA) memulai program unggulan bertajuk “Kebun Keluarga”, yang ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga dan meningkatkan asupan gizi masyarakat melalui optimalisasi pekarangan rumah. Sabtu (2/8/2025).

Bacaan Lainnya

Langkah awal program ini dimulai dengan kegiatan penyemaian bibit tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, bayam, dan kangkung. Tak hanya itu, mahasiswa KKN bersama warga juga melakukan pengisian media tanam berupa tanah dan kompos ke dalam polibag. Suasana di halaman Balai Desa tampak semarak, dipenuhi oleh kolaborasi antara mahasiswa, kelompok remaja, dan masyarakat umum yang bahu membahu dalam proses penyemaian bibit tersebut.

Program ini didesain secara khusus oleh tim KKN ITKA dengan pendekatan partisipatif, sehingga masyarakat merasa memiliki peran aktif dalam setiap tahapannya. Konsep “Kebun Keluarga” muncul sebagai solusi kreatif di tengah isu pangan dan ekonomi rumah tangga pasca pandemi yang masih menyisakan dampak signifikan.

Ketua KKN ITKA Desa Bayan, Muhammad Gozali, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar proyek KKN biasa. “Ini adalah gerakan awal untuk menciptakan desa mandiri, sehat dan produktif. Kami berharap program ini menjadi warisan jangka panjang bagi masyarakat, bukan hanya selesai saat KKN berakhir,” ujarnya.

Tak hanya itu, program ini juga melibatkan Remaja Teres Genit, kelompok pemuda setempat yang menjadi garda terdepan dalam mendukung keberhasilan program. Rodi Pranata, selaku ketua remaja, mengaku bangga dapat terlibat secara aktif. “Kami jadi lebih paham pentingnya bertani dari rumah. Ternyata menyemai bibit itu menyenangkan. Apalagi kalau nanti bisa panen dan langsung konsumsi hasil sendiri,” ucap Rodi dengan penuh semangat.

Langkah awal berupa penyemaian dan pengisian media tanam ini dijalankan dengan disiplin teknis yang baik. Setiap jenis bibit disemai pada tray khusus sebelum dipindahkan ke polibag. Mahasiswa juga memberikan pelatihan dasar tentang cara menanam yang benar, jenis pupuk yang ramah lingkungan, dan cara merawat tanaman agar tahan terhadap hama.

Pihak desa pun menyambut positif program ini. Perangkat Desa Bayan memberikan dukungan penuh terhadap agenda yang dicanangkan mahasiswa ITKA. Kepala Desa Bayan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat mahasiswa KKN yang membawa solusi praktis dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kami percaya, program seperti ini memberi dampak nyata. Masyarakat diajak untuk produktif dengan cara sederhana, namun hasilnya besar jika diterapkan secara konsisten,” ujarnya.

Selain penguatan gizi dan ketahanan pangan, program “Kebun Keluarga” juga menanamkan nilai-nilai kemandirian dan keberlanjutan. Para ibu rumah tangga, anak-anak, hingga lansia dilibatkan secara aktif dalam kegiatan ini, yang akan berlanjut hingga masa panen tiba. Metode ini memberikan edukasi holistik lintas usia dan lintas latar belakang sosial.

Mahasiswa ITKA juga menyiapkan booklet panduan berkebun skala rumah tangga. Panduan tersebut mencakup langkah-langkah mulai dari memilih bibit, media tanam, waktu penyiraman, hingga tips mengolah hasil panen menjadi makanan sehat. Edukasi ini dilakukan melalui sesi sosialisasi dan pendampingan langsung ke rumah-rumah warga.

Muhammad Aloan Ketua Aliansi Bajang Bayan Nusantara (ABBA) mengapresiasi semangat mahasiswa. “Mereka bukan hanya mengajar, tapi turun langsung, memberi contoh, dan membangun relasi yang kuat dengan masyarakat,” ungkapnya.

Program ini juga diintegrasikan dengan prinsip ramah lingkungan. Seluruh media tanam menggunakan kompos alami, dan wadah tanam dibuat dari barang bekas seperti botol plastik dan karung. Langkah ini sekaligus menjadi edukasi soal pengurangan sampah dan daur ulang yang produktif.

Rangkaian kegiatan “Kebun Keluarga” akan dilanjutkan dengan tahap pemindahan bibit ke polibag besar, perawatan rutin, dan akhirnya panen bersama yang akan dijadikan ajang kampanye pangan sehat di tingkat desa. Hasil panen direncanakan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur warga serta disalurkan ke kelompok rentan seperti lansia dan balita.

Kegiatan ini juga memantik minat beberapa kelompok ibu PKK dan karang taruna lain di desa tetangga. Mereka menyatakan niat untuk mereplikasi program ini dengan pendampingan dari mahasiswa ITKA. Sebagai respon, tim KKN bersiap membuat modul pelatihan sederhana yang bisa digunakan di berbagai lokasi.

Menurut Muhammad Gozali, inisiatif kecil seperti ini dapat menjadi contoh bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah sederhana namun konsisten. “Menanam tidak hanya tentang menumbuhkan tanaman, tetapi juga menumbuhkan harapan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, antusiasme warga tetap tinggi. Setiap hari ada saja warga yang datang ke lokasi penyemaian untuk ikut belajar atau sekadar melihat perkembangan bibit mereka. Warga bahkan mulai membuat kebun kecil di halaman rumah masing-masing, terinspirasi dari apa yang dilakukan bersama mahasiswa.

Jika program ini berhasil dipertahankan dan dikembangkan, bukan tidak mungkin Desa Bayan akan menjadi pionir gerakan urban farming di pedesaan NTB. Mahasiswa KKN berharap, setelah mereka kembali ke kampus, benih yang mereka tanam—baik secara harfiah maupun simbolik—akan terus tumbuh dan membawa kebaikan bagi Desa Bayan.

Program “Kebun Keluarga” menjadi contoh nyata bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari output kegiatan, tapi dari dampak sosial dan budaya yang tercipta. Sebuah perubahan kecil yang mampu mengakar dan membuahkan hasil untuk masa depan yang lebih mandiri, hijau, dan sehat.

 

Narsum: Alwan

Red: H A

🇮🇩 CATATAN REDAKSI: 🇮🇩 Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita dan atau konten video tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi dan/atau hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.👍 Artikel/berita yang dimaksud dapat dikirimkan melalui email redaksi: xposetv0@gmail.com. Terima kasih.👍👍👍

Pos terkait