![]()
Xposetv.live// Malaka, Nusa Tenggara Timur – Hal ini di karenakan Beberapa wilayah yang merupakan pemukiman warga di dekat bantaran sungai Benenai selalu di landa kebanjiran jika air sungai tersebut meluap akibat hujan deras.
Wilayah yang biasanya rawan banjir seperti sebagian wilayah Kecamatan Malaka Barat dan juga sebagian Wilayah Aintasi di Malaka Tengah, seperti wilayah pariwisata Pantai Motadikin dan sekitarnya.
Karena hal tersebut kelompok pemuda di daerah Welaus, Desa Lakekun Utara, yang sudah memiliki pengalaman ketika tiba musim hujan. Pasalnya jalur transportasi darat yang menghubungkan Kabupaten Belu dan Malaka, tepatnya di wilayah Desa Lakekun Utara terdapat sebuah sungai (kali) mati yang selalu kering pada musim panas.
Namun sungai tersebut akan kebanjiran apabila terjadi hujan deras. Oleh karena sungai (kali) tersebut memutus jalur transportasi menuju ke Kota Betun, yang belum sama sekali di hubungkan oleh jembatan penyebrangan, seperti yang terjadi pada 26 Desember 2024.
Pemuda dari desa tersebut berinisiatif untuk membantu para pengguna jalan menyeberangkan sepeda motor mereka dengan cara di pikul melewati arus banjir yang deras.
Para pemuda tersebut juga menetapkan tarif Rp.15.000,- per sepeda motor berbobot kecil seperti sepeda motor berjenis matic, dan sepeda motor lainnya yaitu Honda Revo atau Yamaha Jupiter.
Sedangkan sepeda motor berbobot besar seperti Honda CRF atau CBR, Yamaha Vixion dan sejenisnya, tergantung pada permintaan pengemudi, dan tentunya akan di kenakan tarif sedikit lebih mahal dari sepeda motor berbobot kecil.
Hal tersebut di lakukan agar para pemuda bersemangat dalam membantu para pengendara yang ini melewati jalan tersebut. *Selamat Berlibur***






































