![]()
Bitung, XposeTV- Sebuah mobil tangki milik PT Sinergi Maju Makmur menjadi sorotan setelah tertangkap kamera sedang melakukan pengisian solar subsidi ke dalam jeriken di Boroko, Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Pemilik perusahaan yang belum diketahui,dimana BBM subsidi dijual untuk keperluan industri.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat mobil tangki tersebut mengisi solar ke jeriken berkapasitas 30 liter di sebuah depot pinggir jalan. Solar tersebut kemudian didistribusikan ke Gorontalo dan dijual dengan harga industri, jauh melampaui harga subsidi resmi sebesar Rp6.800 per liter.
Investigasi lebih lanjut mengungkap bahwa solar yang dijual PT Sinergi Maju Makmur bukan berasal dari pasokan resmi Pertamina, melainkan dibeli dari SPBU setempat dengan harga subsidi. BBM tersebut kemudian ditampung di bunker perusahaan sebelum dijual kembali secara ilegal.
Praktik ini dinilai sangat merugikan masyarakat, terutama kalangan nelayan dan petani yang seharusnya menjadi prioritas penerima solar subsidi. Akibatnya, warga kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi karena stok telah dikeruk oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Warga Bolmut mendesak aparat penegak hukum untuk segera menindak tegas pelaku. “Kami sudah lama dirugikan oleh mafia solar ini. APH harus bertindak cepat!” protes salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kasus ini memperpanjang daftar dugaan penyelewengan BBM subsidi di Indonesia. Polisi dan Pertamina diharapkan meningkatkan pengawasan untuk mencegah praktik serupa, terutama di daerah-daerah rawan penyelundupan BBM.
Sampai berita ini diturunkan, pihak PT Sinergi Maju Makmur belum memberikan pernyataan resmi. Aparat berwenang tengah mendalami kasus ini untuk menentukan langkah hukum lebih lanjut terhadap dugaan penyelewengan BBM bersubsidi tersebut. (Onal/Tim)






































