XPOSE TV//Kubu Raya, Kalimantan Barat – Orang tua murid Sekolah Dasar Negeri 04 Batu Ampar Dusun sungai pandan, Desa Nipah panjang mengeluhkan karena minimnya buku paket untuk anak didik yang mau belajar Dipergunakan secara bergantian.
Hal ini diungkapkan oleh NN selaku orang tua murid yang mana anaknya bersekolah di SDN 04 tersebut. Ironisnya murid yang ingin belajar dirumah menjadi terkendala dikarenakan faktor buku paket/buku cetak yang disediakan oleh pihak sekolah tidak mencukupi, sehingga anak anak harus bergantian , satu buku paket digunakan sebanyak Lima orang murid, ujar NN, kepada Anggota Ikatan Wartawan Online yang ada di batu ampar, kubu raya pada tanggal 10/01/23 dikediaman nya.
Baca juga: Partai Nasionalis, Sikap kami jelas Tetap Mendukung Ganjar – Erick Thohir di Pilpres 2024
Sangat disayangkan pihak sekolah Dasar Negeri 04 Batu ampar Kubu Raya, Sarana dan prasarana yang tidak menunjang atau tidak mencukupi dalam hal ini, buku paket. Terhambat nya proses belajar dirumah menurut keterangan NN (orang tua murid) yang dialami oleh anak nya, mengungkapkan kepada awak media bahwa persoalan buku paket, buku cetak ini sangat membuat kami merasa kesulitan dalam membimbing anak kami belajar dirumah, untuk mengulang pelajaran dirumah tentu buku paket/cetak merupakan fasilitas utama yang menjadi penunjang, Jika masing masing murid mendapatkan buku paket, tentu anak anak lebih leluasa dan tenang belajar dirumah, tanpa harus terburu buru seperti yang anak saya alami, terang NN, kepada anggota IWO Indonesia yang ada di batu ampar kubu raya.
Dan sumber orang tua murid mengatakan, bagaimana anak bangsa kalau dunia pendidikan yang ada di sekolah Negeri 04 Batu ampar, kalau sarana penunjang tidak memadai .tentu membuat murid menjadi Stagman bagi murid
Ujar nya .
Dalam group WhatsApp antara wali kelas dan wali murid, sumber juga memperlihatkan Statment wali kelas anaknya yakni kelas V. lewat chatnya, terkait keluhan dan usulan yang disampaikan orang tua murid , Oknum yang bernama inisial SH.S.Pd.Sd. mengatakan “buku bukan menjadi penghalang, itu siswa aktif atau tidaknya”
Pada kenyataannya keterbatasan buku paket/cetak ini memang kendala yang dirasakan bagi murid dan orang tua murid.
Hal yang sama juga dikeluhkan A.R selaku orang tua murid yang saat ini anaknya duduk di bangku kelas enam , dimana anak nya juga harus bergantian dan menunggu giliran menggunakan buku dari temannya yang lain.
Orang tua murid juga mengakui kalau terbatas nya buku paket/cetak ini sudah terjadi sejak lama,kami selaku wali murid pernah menyampaikan hal ini kepada pihak sekolah ataupun wali kelas, namun sampai saat ini belum ada tanggapan dan masih begitu begitu saja,tidak ada perubahan . ungkap wali murid.
NN dan A.R selaku orang tua murid dalam penyampaian nya sangat berharap ada perbaikan dari pihak sekolah SDN 04 Batu ampar dan antara pihak sekolah menjalin komunikasi yang baik dan lebih profesional dalam menjalankan tanggung jawab terhadap anak anak didiknya,juga memberikan informasi yang baik kepada orang tua murid agar bisa saling bekerja sama dalam meningkatkan kualitas anak didik, demi anak bangsa yang cerdas. Bukan memberi informasi yang salah, seperti apa yang disampaikan oknum guru yang menjadi wali kelas anak kami saat ini, tandas nya.
Red: Wahyudi






































