XPOSETV.live | Jakarta — Kader militan Hipakad Andhika Gatot Setiawan patut di apresiasi karena memiliki semangat muda yang pantang menyerah, beliau berhasil menempuh perjalanan Malang ke Jakarta dengan hanya berjalan kaki, untuk bertemu Ketua Umum DPP Hipakad Hariara Tambunan.
Andhika tercatat sebagai Satgas Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) Jawa Timur (Jatim), sanggup menempuh jarak sepanjang 851,3 km dari Malang-Jakarta hanya dengan berjalan kaki dan membawa perlengkapan seadanya, cukup membawa 1 ransel tas berisi pakaian ganti, 1 lembar bendera Merah Putih dan bendera Hipakad.
Andhika Ingin Bertemu Ketum Hariara
Kera Ngalam (sebutan untuk Arek Malang) ini memang berniat dan bernadzar ke Jakarta untuk bertandang ke kantor DPP Hipakad di Jakarta dan ingin sekali bertemu dengan Ketum Hariara Tambunan yang menurutnya menjadi sosok pemimpin yang dibanggakan anak-anak tentara di daerah.

Andhika, yang berangkat pada 27 Juni 2023 lalu dari Malang, Jawa Timur, tiba di Kantor DPP Hipakad di Jalan Ciomas, Kebayoran, Jakarta Selatan, pada Minggu sore (16/7/2023).
Dia disambut penuh suka cita, bahagia, bangga bercampur haru oleh para koleganya sesama kader Hipakad baik dari DPC dan DPD Hipakad di Bekasi, Tangerang, Bogor, dan Jakarta.
Kedatangan Andhika yang berusia 40 tahun ini dengan memakai seragam Hipakad betul-betul ditunggu oleh Ketum Hariara hingga 3 jam lamanya.
Itu karena saking respek dan bangganya Ketum Hipakad tersebut kepada kader loyal dan militannya dari daerah.
Ketum DPP Hipakad Hariara Tambunan Terbitkan Sertifikat
Pada kesempatan yang sama Hariara Tambunan kemudian memberikan ucapan selamat selamat, salam sehat. Dan tentunya salam satu jiwa, satu korsa dan satu komando kepada Andhika yang datang di markas Hipakad pusat.
Ketum Hipakad juga memberikan sertifikat tanda kehormatan kepada Andhika Gatot Setiawan, serta apresiasi uang pembinaan serta uniform resmi Hipakad untuk dipergunakan terjun ke masyarakat.
Sepanjang perjalanan menuju Jakarta, Andhika juga disambut rekan-rekannya dari Pengurus maupun Anggota DPD dan DPC Hipakad mulai dari Jatim, Jateng, Jabar, hingga DKI Jakarta.
Bahkan ada Koramil di beberapa kota/ kabupaten yang dia lewati memperbolehkannya singgah dan menginap beberapa saat. Dan juga difasilitasi dengan baik sebagai bagian dari Keluarga Besar TNI AD.
Andhika pun bercerita saat keberangkatan dari Malang, yang juga dilepas langsung oleh Pimpinan TNI AD di wilayah tersebut.
“Kebetulan waktu itu pemberangkatan dari Makodim Malang. Dilepas langsung oleh bapak Kasdam,” ungkap Andhika bangga.
Kendala Yang Dialami Andhika Dijalan
Selama menempuh perjalanan Malang-Jakarta melalui jalur Pantura, Andhika mengaku ada saja kendala yang dia alami. Mulai saat hujan deras, sepatu berlubang, hingga kaki terkilir.
Selama perjalanan rekan-rekan Hipakad juga banyak membantu. Misalnya dari DPD Bekasi yang membantu mengobati cedera kaki yang terkilir. Sedangkan untuk makan dan minum, Andhika mengaku tidak ada masalah.
“Alhamdulillah kami disambut sama pihak Koramil. Sehingga kita diberi makan dan minum. Karena memang kita anak-anak dari mereka. Sebagai bagian keluarga besar TNI AD sehingga mereka menyambut kita,” ungkapnya.
Setelah bertemu dengan Ketua Umum Hipakad Hariara Tambunan, Andhika mengatakan ia ingin berbagi masukan dan pengalaman selama di perjalanan.
Gowes Kader Militan Hipakad Menyusul
Sementara itu, Ketua DPD Hipakad Jawa Timur HM Mujiono mengatakan, Andhika Gatot Setiawan, kurang lebih membutuhkan waktu 20 hari berjalan kaki dari Malang sampai ke kantor DPP Hipakad di Jakarta.
“Hal itu tak lain dan tak bukan hanya ingin ketemu Ketua Umum Hipakad Hariara Tambunan. Mudah-mudahan dengan semangat juang Cak Andhika ini menjadi spirit dan inspirasi kader-kader Hipakad terus kuat, solid, dan guyub rukun menjadi pemersatu anak-anak bangsa,” jelas Mujiono
Dalam perjalanan itu, katanya, Andhika mampir ke setiap Kodim dan Hipakad yang ada di daerah. Meski ada beberapa hipakad yang belum terbentuk di kabupaten/ kota yang dilewati.
“Mudah-mudahan nanti di bawah kepemimpinan Ketum Hariara akan segera terbentuk DPC-DPC seluruh Jawa dan berlanjut ke provinsi lainnya. Sehingga Hipakad semakin kuat dan solid karena anak-anak tentara selalu mewarisi nilai-nilai perjuangan para orangtuanya dalam rangka membangun negara dan merawat NKRI.Anak-anak tentara di Hipakad adalah pejuang-pejuang tangguh. Ini harus kita tegakkan bersama-sama menuju yang lebih baik,” urainya.
Mujiono menambahkan bahwa Andhika merupakan Satgas Hipakad Kota Malang. Dia adalah kader loyal dan militan di Hipakad. Setiap kegiatan apa pun oleh Hipakad tak pernah absen
“Alhamdulillah Kota Malang dan Kabupaten Malang satgasnya paling bagus. Sehingga menjadi penyemangat bagi saudara saudara kita Hipakad yang lain. Juga bisa menjadi simbol pemersatu. Karena juga sebagai bagian pengenalan dan sosialisasi. Mengenalkan apa sih Hipakad ini. Mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat.” ujarnya.
Jadi, kata Mudjiono, dengan adanya Andhika bisa keliling Jatim, Jateng, Jabar, juga ikut mengenalkan Hipakad dari dekat kepada rakyat.
Dia menyebut, insya Allah dalam waktu dekat akan ada yang berangkat lagi seperti Andhika tapi gowes bersama dari Malang atas nama Hipakad Jawa Timur.
“Sekitar lima orang awal bulan Agustus berangkat ke Jakarta, juga ingin bertemu Ketum Hipakad,” imbuhnya.
Sedangkan Ketua Umum DPP Hipakad Hariara Tambunan memberikan apresiasi tinggi terhadap kader Hipakad daerah Andhika Gatot Setiawan, yang luar biasa semangatnya berjuang tanpa lelah dan tanpa mengeluh dengan berjalan kaki ratusan kilometer ke Jakarta untuk bertemu dirinya dan rekan-rekan Pengurus DPP Hipakad.
Andhika Contoh Kader Hipakad Yang Memilki Inisiatif Tinggi
Hariara menjelaskan juga bukan karena alasan kadernya “ngebet” ingin ketemu dirinya, lalu diberikan perhatian khusus. Namun lebih dari itu adalah Andhika contoh kader Hipakad yang memilki inisiatif tinggi mau memperkenalkan dan mensosialisasikan visi misi Hipakad kepada lmasyarakat.
Tonton Videonya:
“Selama 20 hari berjalan kaki memakai seragam kebanggaan Hipakad dan bendera merah putih serta bendera Hipakad dari Malang, Jatim ke Jakarta adalah pengorbanan yang patut dihargai dan diapresiasi. Dari Hipakad berdiri sejak 7 tahun secara nasional dari 2017, baru pertama kali ini, pecah telur ada kader kita berjalan long march untuk memperkenalkan Hipakad dengan caranya Mas Andhika kepada masyarakat. Sehingga publik saat Kera Ngalam ini lewat akan mengenal apa itu Hipakad,” jelas Hariara.
Tokoh pemuda nasional ini meyakini Andhika Gatot Setiawan punya semangat untuk membesarkan Hipakad karena semangat militansi dan loyalitasnya kepada Pimpinan Hipakad.
Ucapan Terima Kasih Ketum Hariara Kepada Kader Militan
“Dan saya berterima kasih kepada Ketua Hipakad Jawa Timur Bung Mujiono yang telah memberikan semangat juang kepada satgasnya dengan berjalan kaki dari Malang ke Jakarta. Nantinya kalau bisa, daerah lain juga begitu, dari Jakarta jalan kaki ke Malang. Pakai seragam Hipakad, pakai bendera Merah Putih dan bendera Hipakad. Merah Putih melambangkan negara kita di seluruh Indonesia. 38 provinsi adalah Merah Putihkl
Mau dimana pun kita sama-sama orang Indonesia. Tidak ada perbedaan suku dan ras. Semua sama, tapi saling menghormati
Terima kasih kepada Andhika Gatot Setiawan. Dan semoga nanti pulang kembali ke Malang berkumpul dengan keluarga dengan selamat dan sehat selalu. Saya juga minta kepada kader Hipakad lainnya untuk membantu mengobati cidera engkel Andhika supaya cepat normal,” urai Hariara.
“Yang seperti ini jarang orang seperti dia (Andhika), mau nggak jalan kaki dari Malang ke Jakarta,” tanya Hariara.
“Saya selaku Ketua Umum Hipakad berterima kasih kepada saudara Andika Gatot Setiawan. Datang sehat dan saya harapkan pulang ke rumah juga sehat. Nanti program yang akan datang dengan gowes juga sehat. Nanti saya juga mampir ke Jawa Timur. Membuat suatu kegiatan. Dan bagi DPC yang belum terbentuk,kita semangati untuk dibentuk supaya bersosialisasi kepada masyarakat. Tujuan Hipakad, visi misi Hipakad adalah dengan kita memperkenalkan diri kepada masyarakat dan diterima oleh masyarakat. Dengan satu visi, semboyan kita: satu jiwa, satu korsa, satu komando,” jelas Hariara.
Editor: Krisna
Sumber: www.suarakarya.id





































