XPOSE TV//Sumbawa Barat, NTB – Warga Sumbawa Barat akhirnya angkat suara terkait aktivitas pengangkutan batu bara dari Pelabuhan Barang di Benete menuju PLTU melalui jalur Kertasari Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pasalnya, sejumlah dum truk diduga kerap melintasi jalan dengan muatan yang melebihi kapasitas aman. Meski telah berlangsung bertahun-tahun, belum ada tindakan nyata dari pihak berwenang untuk menghentikan praktik tersebut. Sabtu (3/5/2025)
Seorang warga yang menyampaikan aspirasinya atas nama masyarakat Sumbawa Barat mengaku geram dengan sikap pihak kepolisian dan dinas perhubungan setempat yang terkesan membiarkan pelanggaran ini terus terjadi. “Kami minta dengan bijak agar aparat kepolisian lalu lintas melakukan patroli dan penindakan di depan kantor Polres KSB. Jangan hanya berpura-pura tidak melihat,” tegasnya.
Ia juga menyebut bahwa sebagian pihak yang sebelumnya mengetahui aktivitas ini, justru menjadi pihak yang kelak menghentikannya. Harapannya, ke depan ada penanganan yang lebih serius demi keselamatan bersama.
Pengangkutan batu bara dengan muatan berlebih tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, namun juga berpotensi membahayakan pengguna jalan lain, mempercepat kerusakan infrastruktur jalan, serta menciptakan citra buruk terhadap penegakan hukum di daerah tersebut.
Masyarakat berharap, melalui laporan ini, pihak berwenang khususnya dari Satlantas Polres KSB dan Dinas Perhubungan Sumbawa Barat, bisa segera turun tangan dan melakukan penertiban secara berkala. Disiplin dalam berkendara, terutama oleh sopir dum truk pengangkut batu bara, harus ditegakkan demi keselamatan bersama dan keberlangsungan jalan raya di wilayah KSB.
Red: Lepi






































