Sekjen Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) Kabupaten Lombok Tengah Angkat Bicara Terkait Isu Pemecatan Tenaga Honorer

  • Whatsapp
Sekjen
Sekjen Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) Kabupaten Lombok Tengah Angkat Bicara Terkait Isu Pemecatan Tenaga Honorer

Loading

XPOSE TV//Lombok Tengah, NTB – Sekjen  GMPRI Lombok Tengah, Sukron Al Ayyubi Menanggapi Isu yang saat ini viral diberbagai media online terkait dengan adanya Isu pemutusan hubungan kerja atau dirumahkannya tenaga honorer di Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Senin (04/1/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam isu Tersebut Sekertaris Jenderal Gerakan Mahasiswa Dan Pemuda Indonesia (GMPI) Lombok Tengah mengecam dengan keras tindakan pemerintah daerah Kabupaten Lombok Tengah dan menyatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk kezaliman pemerintah dan tidak memiliki gagasan dalam menangani permasalahan tenaga honorer tersebut.

Ia menilai tindakan yang diambil Oleh Pemda Kabupaten Lombok Tengah Dalam isu pemutusan hubungan kerja tenaga honorer khususnya Guru yang tidak termasuk dalam kategori PPPK PW atau tidak masuk dalam data BKN di Kabupaten Lombok Tengah sebagai langkah yang tidak tepat.

“Seperti yang kita ketahui kedudukan seorang guru sangatlah mulia. Guru bukan hanya pemberi ilmu, tetapi juga pembimbing akhlak dan cahaya kehidupan. Muliakan guru, maka Allah akan muliakan hidupmu.
Dengan menghormati guru, ilmu yang kita dapatkan akan lebih bermanfaat dan penuh keberkahan.
Tidak sadarkah mereka bahwa tanpa kontribusi guru, mereka tidak akan dapat menikmati fasilitas yang ada saat ini, ungkapnya.”

Ia menanggapi dengan keras keputusan yang diambil oleh pemerintah daerah yang mana dinilai terlalu cepat dalam mengambil Keputusan yang diduga akan merumahkan Tenaga Honorer tanpa memikirkan solusi terlebih dahulu.

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa Pemda Kabupaten Lombok Tengah memiliki potensi yang jauh luar biasa kalau kita mau bandingkan dengan kabupaten kota yang lain yang saat ini tidak semena mena terkait dengan keberadaan tenaga honorer.

Ia menduga pemerintah kurang memperhatikan nasib Guru honorer, Sebelum kebijakan ini ditetapkan dan berjalan, kami sangat mengharapkan pihak-pihak terkait untuk mempertimbangkan dan mencari solusi terbaik buat saudara saudara kita yang Honorer saat ini tidak tertampung atau termasuk dalam golongan PPPK PW yang saat ini kondisi mereka mengalami tekanan mental dan moral yang sangat keras.

Ia juga mengungkapkan bahwa saudara kita para tenaga honorer tersebut sangat berharap ada Solusi terbaik yang bisa dilakukan oleh pemda Kabupaten Lombok Tengah demi Rasa Kemanusian,” Tutupnya.

 

Red: Erlan

🇮🇩 CATATAN REDAKSI: 🇮🇩 Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita dan atau konten video tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi dan/atau hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.👍 Artikel/berita yang dimaksud dapat dikirimkan melalui email redaksi: xposetv0@gmail.com. Terima kasih.👍👍👍

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *