![]()
XPOSE TV, Lombok Timur – NTB, Perjalanan hidup mengantarkan saya menjadi guru di banyak madrasah dan sekolah. Bermula di Tahun 1990, mulai pertama kali mengajar di madrasah tsanawiyah di Pegayaman Bali, kemudian menjadi guru honorer di madrasah Aliyah di Seririt Bali.
Setamat dari Universitas Udayana Bali, Prodi pendidikan matematika, tahun 1992, langsung mengajar dan menjadi wakamad kurikulum di Madrasah Tsanawiyah NW Pancor, disamping mengajar matematika dan filsafat ilmu di STKIP HAMZANWADI Selong. Kemudian rentang waktu 1993 sampai 1997 mengajar juga di Madrasah Aliyah Muallimat NW Pancor, MAK NW Pancor, plus SMA NW Pancor.
BACA JUGA
Dengan nada bercanda seorang teman mengatakan bahwa saya bolak balik jual jam.. Hehe, maksudnya jam mengajar, karena saya mengajar dari jam setengah delapan pagi sampai jam sembilan malam. Saat itu perkuliahan di STKIP Hamzanwadi Selong dilaksanakan mulai dari sore sampai malam.
Pada Tahun 1998 menjadi guru negeri, mengajar matematika di SMAN I Sikur, saat itu masyarakat sekitar menyebutnya sekolah kebon, mungkin karena posisi sekolah nya yang agak pelosok, antara Paok Motong dan Kotaraja. Lalu kisaran tahun 2001 Pindah ke SMAN I Masbagik, mengajar matematika dan seni teater. ( dua mata pelajaran yang bisa dibilang bertolak belakang, yaa.. Hehe).
BACA JUGA
Tahun 2010 usai menempuh program Doktor di Universitas Negeri Yogyakarta, pindah menjadi dosen negeri & ditugaskan di STKIP HAMZANWADI Selong. Hanya berubah status dari dosen swasta menjadi dosen negeri, karena saya mengajar di STKIP Hamzanwadi dari tahun 1992.
Alhamdulillah pernah juga berkesempatan mengajar di pascasarjana Unram dari tahun 2010 sampai 2015. Mengajar Statistik Penelitian, Penelitian Pendidikan dan Filsafat Ilmu. Juga, mengajar di Program Doktor, kerjasama UIN Mataram dan UNJ.
BACA JUGA
Sekian tahun mengajar, saya sampai pada kesimpulan, tugas guru hanya dua. Pertama, menjadikan muridnya menjadi manusia yang baik, dari perspektif agama maupun kebaikan universal. Kedua, bagaimana menemukan bakat masing-masing muridnya dan mengembangkannya semaksimal mungkin. Guru yang baik tahu bagaimana mengeluarkan bakat terbaik dari dalam diri siswanya. “Good teachers know how to bring out the best in students”, ungkap Charles Kuralt, kolumnis asal Amerika. Guru yang baik tahu bagaimana cara mengeluarkan sisi terbaik dari siswanya.
Masing-masing manusia sudah ada cetakan uniknya dari Allah, guru yang baik membuatnya menjadi produk terbaik sesuai cetakan tersebut.
BACA JUGA
Guru yang bijaksana, kata Khalil Gibran, bukan guru yang menawarimu masuk ke rumah kebijaksanaannya, melainkan membawamu ke ambang fikiranmu sendiri. “The teacher who is indeed wise does not bid you to enter the house oh his wisdom but rather leads you to the threshold of your Mind”.
Ya, guru yang baik membuat kita betul-betul menjadi diri sendiri, sesuai bakat dan jenis kecerdasan yang diamanahkan Allah kepada masing-masing kita. (PERJANANAN HIDUP SEORANG GURU).
Narsum : DR. Fauzan, S.Pd
Red : H A





































