Kuasa Hukum Ibu Katharina Angkat Bicara, Terkait Kasus Yang Di Alami Kliennya

  • Whatsapp
Kuasa Hukum
Kuasa Hukum Ibu Katharina Angkat Bicara, Terkait Kasus Yang Di Alami Kliennya

XPOSE TV//Pontianak, Kalimantan Barat – Kuasa hukum dari ibu Katharina, Adv. Farhat, SH.I., angkat bicara terkait kasus yang di alami kliennya, dan menilai Kinerja PPA Polresta Pontianak sangat lambat dalam menangani kasus-kasus yang berhubungan dengan perempuan dan anak. Padahal sejatinya perempuan dan anak sangat rentan terhadap kekerasan.

Ibu katharina bersama kuasa hukumnya Bapak Farhat, SH.I., menyatakan Sangat Kecewa atas kinerja dari Aparat Penegak Hukum bidang unit PPA Polresta Pontianak, karena RS yang telah beberapa kali terindikasi melakukan Pidana diatas Pidana tetapi oleh Penyidik Polresta dikatakan tidak masuk unsur dan bukan merupakan Tindak Pidana serta tidak ada Kecukupan bukti padahal 2 (dua) alat bukti terpenuhi dalam setiap kasus pidana.

Bacaan Lainnya

Ada dua orang saksi, ada bukti surat, ada bukti rekaman, dan juga dilengkapi dengan bukti foto-foto terlampir.

“Bapak Farhat, SH.I., selaku kuasa hukum dari Ibu Katharina, juga menjelaskan bahwa, baru-baru ini inisial RS, kembali tersangkut Pidana Penggelapan terkait memindah tangankan semua harta bersama secara sepihak tanpa ijin dari ibu Katharina, pihak klien saya juga menyatakan menolak surat permohonan penundaan eksekusi perkara perdata No.254/pdt.G/2021/PN.Ptk jo. No. 65/Pdt/2022/PT.Ptk jo.No.1284. K/Pdt/2023 Pontianak., yang sepihak diajukan oleh RS ke Pengadilan Pontianak yang tidak ditembuskan ke klien saya,” Ungkap Farhat, SH.I.

Karena adapun Peraturan Aan maning jelas hanya 8 (delapan) hari sejak dikeluarkannya surat teguran Peringatan dan selain itu juga kasus ini telah kami laporkan ke Polda Kalbar terkait penggelapan dan Penadah yang ternyata adalah adik kandung RS sendiri yang berinisial SA dan terindikasi sebagai pelaku penadah, yaitu dimaksud dalam hal ini, inisial SA, ini harus juga di panggil untuk diselidiki lebih jauh karena klien saya jelas Terzolimi atas Perbuatan Konspirasi yang telah mereka lakukan selama ini,” tuturnya.

Menurut nya, diduga jelaslah lengkap sudah skenario konspirasi yang dilakukan mereka karena kasus keterangan Palsu di atas sumpah melibatkan abang kandung RS yang berinisial HK serta adik pertama RS yang berinisial KM, Sungguh keji perbuatan yang telah dilakukan mereka karena berdampak pada 6 (enam) orang anak manusia yang terimbas masa depan dan psikologi serta penghidupannya.

“Adv. Farhat,SH.I., sebagai kuasa hukum, kami juga minta kepada inisial RS, agar untuk minta maaf terbuka atas perbuatan mereka karena pada berita Pemred tertanggal 29 Agustus 2023 dengan judul Rio Sunaryo membantah telantarkan anak setelah resmi bercerai., faktanya bukti yang diberikan kepada Penyidik juga tidak sinkron dengan laporan klien saya.

Terkait aturan Lege, Lex dan Euro yang mana Lege itu merupakan aturan dalam arti aturan yang lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi, selanjutnya Lex itu merupakan aturan khusus yang mengesampingkan aturan umum sedangkan Euro itu adalah Hukum Itu sendiri.

Sehingga bukti bukti mereka jelas bertentangan dengan Hukum dan Undang Undang., Apakah sebagai penegak Hukum seorang kanit tidak mengerti akan ini?, Adapun beberapa kasus pidana lainya yang pernah di kami Laporkan terhadap RS adalah sebagai berikut,” Ungkap Farhat, SH.I., ada beberapa poin yaitu ;

1. KDRT Pengancaman Sajam kepada ibu Katharina di malam hari, di tgl 08 Agustus 2020 pada jam 21.30 dan telah dilaporkan ke polsek Timur adapun BB telah di sita oleh polsek timur dan telah di akui oleh terlapor sendiri. Tetapi klien saya ibu Katharina kecolongan oleh terlapor yang dengan liciknya memberikan janji-janji surga dengan mengiming-imingi klien saya dengan perjanjian 11 November 2020 yang dilakukan di Polsek Timur, tetapi di ingkari semua point pada saat itu sedangkan klien saya sudah terlanjur diminta mencabut laporan sehingga oleh Penyidik Polsek Timur dikatakan tidak dapat di proses lagi menurut pasal 75 KUHP bahwa laporan yang telah di cabut itu tidak dapat di proses lagi padahal didalam Pasal 75 KUHP tersebut tidak menyebutkan KDRT pengancaman sajam dan artinya Laporan Klien saya tersebut adalah Delik Biasa dan bukan termasuk delik aduan sehingga walaupun telah cabut harusnya tetap dapat terus di proses menurut undang undang darurat sajam termuat dalam pasal 335 KUHP ayat 1 ke 1 yang merupakan delik biasa. Sedangkan pasal 335 kUHP ayat 1 ke 2 barulah merupakan delik aduan yang mana dapat di cabut. Sehingga pasal 75 KUHP yang menjadi dasar acuan penyidik Polsek Timur dapat terbantahkan oleh Pasal 335 KUHP ayat 1 ke 1 tetapi oleh Penyidik Polsek Timur tetap diabaikan padahal Terlapor Faktanya telah melakukan Pidana diatas Pidana karena telah melakukan perbuatan mengiming iming dan melakukan perbuatan licik menipu istri sendiri untuk supaya bisa mencapai apa yang terlapor inginkan yakni lepas dari ancaman hukuman penjara.

2. Keterangan Palsu diatas Sumpah terkait Pasal 242 KUHP ayat 1 dan 2 karena pengaduan Palsu terlapor telah masuk Pengadilan dan menyebabkan pengaduan memiliki putusan yang kekuatan Hukum tetapi dikatakan tidak masuk unsur tindak pidana

Penyidik Polresta juga memakai keterangan saksi ahli pidana sebagai acuan untuk menentukan masuk unsur tindak pidana atau tidak masuk unsur tindak pidana. Sedangkan Pasal 242 KUHP tidak tertulis bahwa saksi yang memberikan keterangan palsu dalam persidangan Perdata tidak terjerat pasal 242 KUHP ini tetapi justru didalam persidangan PERDATA ini telah menimbulkan Pidana yang melanggar beberapa pasal berupa Pasal 242 KUHP Pasal 311 KUHP ayat 1 dan melanggar pasal 1865 KUHP karena mereka tidak mampu mendalilkan Keterangan mereka sendiri.

🇮🇩 CATATAN REDAKSI: 🇮🇩 Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita dan atau konten video tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi dan/atau hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.👍 Artikel/berita yang dimaksud dapat dikirimkan melalui email redaksi: xposetv0@gmail.com. Terima kasih.👍👍👍

Pos terkait