GURU TELADAN MERUBAH ANAK NAKAL JADI JUARA DUNIA

  • Whatsapp

Loading

XPOSE TV. Lombok Timur – NTB, Guru teladan merubah anak nakal jadi juara dunia patut di sematkan sosok ini, Masih ingat Zohri? Lalu Muhammad Zohri yang menghentak seluruh jagad Indonesia ketika menjuarai nomor 100 meter kejuaraan Dunia Lari U20 di Finlandia tahun 2018 lalu?

Zohri adalah salah satu dari anak Indonesia yang beruntung. Dia menemukan guru olahraga yang baik, yang memahami kelebihannya, di tengah-tengah guru-guru lain yang mengnggapnya anak nakal. Tidak disiplin, sering bolos, lemah secara akademis, nilai ujian dan ulangan harian lebih sering di bawah lima.

Baca juga

https://xposetv.live/kamulah-yang-mengajar-bapak-menjadi-guru-yang-baik/

Adalah bu Ida nama panggilan nya, ibu Rosida, guru olahraga di SMPN I Pemenang Lombok Utara, yang selalu membelanya ketika ada guru lain meremehkan dan menghukum Zohri. “Jangan terlalu dikerasi anak ini, dia akan jadi orang besar.” Bela bu Ida, kadang-kadang sampai beliau berlinang air mata.

Secara langsung saya pernah menanyakan ke bu Ida, kenapa begitu yakin Zohri akan sukses, disaat semua guru bahkan kepala sekolah memvonisnya nakal, suka mengganggu temannya, prestasi akademis rendah, sering bolos dan terlambat masuk kelas?. Jawab bu Ida, “Saya punya feeling Zohri akan sukses. Ia punya postur dan tungkai yang cocok untuk menjadi pelari. Dia memiliki keseimbangan tubuh dan cara jalan serta ukuran tubuh yang proporsional”.

Awalnya Zohri tidak mau ikut latihan lari, ketika temannya latihan lari sprinter, dia hanya menonton saja. Dia lebih semangat ikut main bola. Tanpa putus asa, Bu Ida terus membujuknya ikut latihan lari, sampai kemudian di kelas akhir, kelas sembilan dia mau ikut gabung latihan lari sprint di pantai bangsal Pemenang, mengikuti temannya yang lain.

Feeling bu Ida, ternyata benar. Zohri hanya dilatih intensif dua minggu ketika awalnya dia mengikuti kejuaraan daerah atletik Remaja di Mataram tahun 2015. Langsung di debut pertamanya Zohri memborong dua medali emas, nomor 100 meter dan 200 meter. Bayangkan, anak nakal itu hanya dilatih dua minggu langsung juara propinsi dengan dua medali emas!!!

Tentu menjadi berita besar di sekolah bahkan kabupaten Lombok Utara karena si Zohri yang dicap nakal, rendah prestasi akademis, yang sering bolak balik dari rumah ke sekolah dengan buka baju dan berlari tanpa alas kaki, dan dipanggil Badok, nama orang gila di kampung itu yang sering berlari siang hari tanpa pakai baju itu, mendapatkan emas di propinsi. Mulai hari itu, guru-guru tak lagi sering menghukum Zohri, seperti ungkap kepalanya sekolahnya, Haji Karmin, yang pernah menghukum Zohri dua minggu berturut-turut harus datang paling pagi dan membuka pintu kepala sekolah dan semua pintu kelas.

Kita sangat memerlukan bu Ida bu Ida baru, yang sangat memahami bidang studi yang diajarkan, memiliki feeling tajam terhadap bakat murid-muridnya, yang ikhlas berkorban membelikan makanan bergizi, susu, dll kepada Zohri yang berasal dari keluarga miskin. Juga pernah melahirkan pelari nasional asal Lombok Utara, Sudirman Hadi yang pernah mewakili Indonesia di Olimpiade internasional di Rio de Janeiro Brasil.

Pelajaran berharga bagi kita, bahwa murid seperti Zohri sesungguhnya tidaklah nakal. Allah tidak memberikan Zohri bakat untuk diam lama di kelas, menyimak guru mengajar. Dia tidak memiliki kecerdasan matematika, tidak memiliki kecerdasan bahasa. Allah memberinya kecerdasan kinestetik, kecerdasan gerak, sehingga dia tidak betah duduk diam di kelas.

Sistem pengajaran kita yang sekarang sering menjadi penjara bagi bakat dan talenta-talenta tertentu. Calon-calon olahragawan dunia, calon-calon musisi dunia banyak terkubur dengan sistem ini. Bakatnya mati muda, berganti dengan cap nakal, tidak disiplin, prestasi akademik rendah, bahkan dicap bodoh.

Ketika diamanahkan menjadi kepala dinas pendidikan, pemuda dan olahraga di Lombok Utara, tahun 2018, saya berinisiatif memberikan hadiah kepada guru berprestasi, bu Ida penemu bakat Zohri mendapat hadiah uang. Beberapa hari setelah mendapatkan hadiah uang, bu Ida ke rumah saya bersama suaminya yang juga guru olahraga. Dia mohon maaf dan minta ijin, hadiah uangnya diberikan ke tetangganya, seorang ibu tua yang dianggap ibunya sendiri, untuk biaya umroh ibu tua itu. (GURU TELADAN MERUBAH ANAK NAKAL JADI JUARA DUNIA)

Narsum : DR Fauzan, M.Pd

Red : H A

🇮🇩 CATATAN REDAKSI: 🇮🇩 Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita dan atau konten video tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi dan/atau hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.👍 Artikel/berita yang dimaksud dapat dikirimkan melalui email redaksi: xposetv0@gmail.com. Terima kasih.👍👍👍

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar