XPOSE TV//Mataram, NTB – BMKG ingatkan potensi gempa Megathrust, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali memberikan peringatan mengenai potensi gempa megathrust di wilayah selatan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dengan terjadinya gempa bumi di wilayah Lombok yang berkekuatan 4.2 magnitudo pada jumat malam (28/8) pukul 20.36 WIB. Menurut data BMKG, pusat gempa yang berada di laut pada koordinat 9,51 LS – 1136,32 BT, dengan kedalaman 32 kilometer, berlokasi sekitar 89 km tenggara Lombok Tengah. Peringatan ini yang disampaikan oleh BMKG ingatkan agar masyarakat tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam.
Pepen Supendi, ahli Seismologi BMKG, menjelaskan bahwa kawasan selatan NTB termasuk dalam zona seismic gap, yaitu area yang belum melepaskan energi gempa secara signifikan. Energi ini bisa saja terurai melalui gempa-gempa kecil, atau justru sedang terkumpul dan berpotensi dilepaskan dalam bentuk gempa besar sewaktu-waktu. Selasa (2/9/2025).
“Informasi ini bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, tetapi untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika kita sudah siap menghadapi skenario terburuk, maka kita akan lebih siap ketika yang terjadi ternyata lebih kecil,” ungkap Pepen.
BMKG sendiri telah menyiapkan skenario terburuk, termasuk potensi tsunami dengan ketinggian hingga puluhan meter. Namun Pepen menegaskan, itu hanyalah hasil pemodelan yang digunakan sebagai langkah antisipasi. Selain potensi gempa megathrust, wilayah selatan Nusa Tenggara juga rawan gempa dari zona Outer Rise dan Sesar Naik Flores. Contohnya gempa bermagnitudo 8,3 pada tahun 1977 yang memicu tsunami besar.
Karena teknologi belum mampu memprediksi kapan gempa akan terjadi, upaya mitigasi di tingkat masyarakat menjadi hal utama. Pepen mengingatkan bahwa bukan gempa yang membunuh, melainkan dampaknya seperti bangunan roboh, pohon tumbang, hingga tiang listrik yang jatuh.
Untuk itu, pembangunan rumah tahan gempa sangat diperlukan sebagai langkah mitigasi struktural. Selain itu, masyarakat bisa memulai dari hal sederhana, seperti menyiapkan jalur evakuasi di rumah, menentukan titik kumpul aman, hingga menata perabot agar tidak membahayakan ketika guncangan terjadi.
BMKG ingatkan dan berharap, dengan kesiapsiagaan bersama, masyarakat NTB dapat lebih tangguh menghadapi potensi bencana di masa depan.
Red: H A





































