Alasan Tidak Terdaftar Tim Gerak Jalan Ragam Gender Dibubarkan, Warga : Jangan Ki Diskriminasi Kasian

  • Whatsapp

Loading

PAREPARE – Parade gerak jalan dikota Parepare pada Jumat malam, 15 Agustus 2025, mendadak ricuh setelah tim gerak jalan waria (ragam gender) dibubarkan panitia lomba. Kejadian ini berlangsung di titik start Pantaiku Parepare dan membuat sejumlah yang menonton merasa kecewa.

Bacaan Lainnya

Alasan Pembubaran dilakukan oleh panitia penyelenggara setelah diketahui bahwa tim gerak jalan waria (Ragam Gender) tersebut tidak terdaftar secara resmi sebagai peserta lomba. Meski mereka tampil dengan kostum unik dan atraksi hiburan yang memancing tawa penonton, pihak panitia menegaskan bahwa aturan lomba mengharuskan seluruh peserta terdaftar untuk alasan keamanan dan ketertiban.

“Kenapa dibubarkan, Pak? Mereka tidak butuh juara dan hanya ingin menghibur warga penonton, Jangan ki diskriminasi kasian,” keluh salah satu warga yang menonton di lokasi. Komentar itu mencerminkan kekecewaan sebagian besar penonton yang menganggap kehadiran tim waria justru menambah semarak acara.

Peristiwa ini terjadi saat ribuan warga memadati jalur gerak jalan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Warga sudah berkumpul di sepanjang rute, menyambut setiap tim dengan sorakan dan tepuk tangan. Namun, saat giliran tim waria bersiap untuk memulai, panitia menghentikan langkah mereka.

Meski begitu, sejumlah warga menilai keputusan panitia terlalu kaku. Mereka berpendapat bahwa momentum perayaan kemerdekaan juga seharusnya menjadi ajang inklusi dan hiburan bagi semua kalangan. Beberapa penonton bahkan sempat meneriakkan dukungan agar tim waria diizinkan tampil, namun keputusan panitia tetap tidak berubah.

Tim gerak jalan waria yang dibubarkan itu diketahui beranggotakan sekitar sepuluh orang. Mereka mengenakan pakaian warna-warni, riasan mencolok, dan menampilkan gaya jalan yang dibuat lucu untuk menghibur. Sebelum dibubarkan, mereka sudah sempat menyapa penonton di area start, yang disambut riuh tawa dan sorakan positif.

Menurut pantauan di lapangan, setelah pembubaran, tim waria tersebut melanjutkan gerak jalan meski tanpa nomor urut peserta. Namun, rasa kecewa terlihat jelas dari raut wajah mereka.

Acara gerak jalan berlangsung hingga selesai dengan diikuti puluhan tim resmi dari berbagai instansi, sekolah, dan komunitas. Meski insiden pembubaran ini menimbulkan perbincangan hangat, panitia memastikan lomba berjalan aman dan tertib.

Kejadian ini menjadi sorotan warga Parepare, terutama di media sosial, di mana sejumlah warganet membagikan video dan foto momen pembubaran. Perdebatan pun muncul antara yang mendukung keputusan panitia dan yang menilai bahwa momen hiburan seharusnya diberi ruang di tengah kemeriahan perayaan kemerdekaan.

🇮🇩 CATATAN REDAKSI: 🇮🇩 Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita dan atau konten video tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi dan/atau hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.👍 Artikel/berita yang dimaksud dapat dikirimkan melalui email redaksi: xposetv0@gmail.com. Terima kasih.👍👍👍

Pos terkait