XPOSE TV//Sumbawa Barat, NTB – Aksi damai demo HMI yang bertempat di lapak alun-alun Kota Taliwang, Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Sumbawa Barat melakukan kegiatan Aksi damai Demonstrasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dipimpin oleh Kordum Indra Dwi Herfiansyah dan Korlap Ikeasurya Jankalis menyampaikan tuntutan. Senin (1/9/2025).
Tuntutannya berisi antara lain :
1) Menolak kenaikan tunjangan DPR RI.
2) Mendesak Presiden Prabowo segera mencopot Kapolri dan Kapolda Metro Jaya.
3) Evaluasi dan reformasi kinerja Kepolisian.
4) Mengusut tuntas tindakan represif aparat Kepolisian.
5) Mendesak pengusutan kematian Affan Kurniawan secara transparan.
6) Meminta percepatan pembahasan RUU Perampasan Aset.
7) Evaluasi proyek strategis daerah KSB tahun 2025.
8) Cabut dan perjelas Perda Pariwisata.
9) Tutup tempat dugaan penjualan miras dan bisnis lendir di Kabupaten Sumbawa Barat.

Selanjutnya perjalanan masa aksi damai mulai star dari Simpang Berang Kecamatan Taliwang melintasi depan makopolres Sumbawa Barat menuju Kantor DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, membawa atribut, spanduk.
13 Bendera HMI dan Selembaran, mengendarai Mobil Komando serta Pengeras Suara di ikuti masa aksi lainnya dengan mengendarai sepeda motor.
Sebelumnya massa aksi berkumpul di titik Lapak Alun-Alun Kota Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Dengan melakukan briefing oleh Kordum dengan arahan agar selalu menjaga kondusifitas dan tetap fokus pada tuntutan, serta menjaga ketertiban, serta menghindari provokasi.” himbau kordum HMI.
Massa aksi lalu bergerak menuju titik aksi dengan rute mulai dari Alun-alun kota sambil melakukan orasi dengan mendatangi Kantor DPRD kabupaten Sumbawa Barat yang langsung di sambut oleh Bupati Sumbawa Barat H Amar Nurmansyah, ST. M. si., beserta ketua DPRD dan anggota lainnya di depan gedung DPRD Kabupaten Sumbawa Barat.
Bupati Sumbawa Barat merespon positif bersama ketua DPRD apa yang menjadi aspirasi akan di sampaikan ke pusat, masa aksi bergeser lagi ke Mako Polres Sumbawa Barat dengan orasi yang menegaskan, Bapak-Ibu sekalian, rekan-rekan yang saya banggakan, aksi ini adalah wujud kepedulian kami terhadap dinamika kebangsaan yang sedang terjadi.
Pertama, kami mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mencopot Kapolri Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya. Bagi kami, Kapolri telah gagal mengawal aksi-aksi mahasiswa di Jakarta dan berbagai daerah lain. Padahal, hak menyampaikan ekspresi dan pendapat di muka umum dijamin oleh UUD 1945 Pasal 28 ayat (a). Atas dasar itu, kami menyatakan mosi tidak percaya kepada Kapolri dalam rangka menjalankan tugasnya untuk mengamankan massa aksi, karena terbukti rekan-rekan kami di berbagai daerah mengalami represivitas yang luar biasa.
Kedua, kami menuntut dan mendesak untuk segera dilakukan evaluasi dan reformasi menyeluruh terhadap Polri dan kinerjanya. Karena hari ini, seringkali instruksi pimpinan tidak sesuai dengan pelaksanaan oleh personel di lapangan. Kami juga mendesak pengusutan tuntas tindakan represif aparat kepolisian yang terjadi di berbagai daerah.
Ketiga, kami mendesak kepolisian mengusut tuntas kematian saudara kita Affan Kurniawan. Bayangkan, seorang bocah 21 tahun yang tidak melakukan aksi brutal, hanya sedang menjalankan tugasnya sebagai tulang punggung keluarga mengantar barang, namun menjadi korban. Padahal fungsi Polri adalah melindungi, mengayomi, dan mengamankan, tetapi kenyataannya justru menjadi musuh nyata bagi masyarakat dan mahasiswa.
Selanjutnya, kami berharap agar segera diterima oleh Bapak Kapolres Kabupaten Sumbawa Barat untuk menyampaikan tuntutan kami secara langsung. Kami minta audiensi dilakukan di luar gedung, agar semua pihak mendengar aspirasi kami dan memastikan kejadian seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari.” ungkap korlap HMI.
Massa aksi ditemui Kapolres Sumbawa Barat bersama dengan Dandim 1628/Sumbawa Barat dan Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat.
Bapak Kapolres menyampaikan dan menanggapi apa yang di suarakan oleh masa aksi, Bapak Kapolres menyampaikan” apa yang menjadi tuntutan adik-adik sekalian ?
Yang pertama, kita lihat tindakan represif yang terjadi di Jakarta kemarin. Itu sudah diambil alih dan dilakukan pemeriksaan oleh Propam mabes. Untuk sementara, para pelaku sudah diperiksa dan kita serahkan semua prosesnya sesuai prosedur.” terang pak Kapolres.
Yang kedua, terkait penjualan miras dan prostitusi, ada razia gabungan bersama dengan BNN. Ada beberapa tempat yang kami lakukan operasi. Saya sendiri langsung turun ke lapangan bersama pimpinan BNN kabupaten Sumbawa Barat,Hasil dari operasi tersebut ada beberapa orang yang kita amankan, dan yang positif menggunakan narkoba sudah kita tindaklanjuti. Bukan hanya itu, mirasnya juga kami amankan.” jelas Kapolres.
Sambungan Bapak Kapolres “Kalau masalah penutupan tempat-tempat hiburan seperti kafe, itu wewenang pemerintah daerah. Kemarin juga sudah kami sampaikan kepada Kasat Pol PP. Razia dilakukan bukan hanya di daerah Taliwang saja, tetapi sampai ke daerah Maluk. Kami akan rutin melaksanakan razia.
Kemarin saya sampaikan juga kepada Kapolsek mengenai tempat-tempat penjual minuman keras dan prostitusi, bahwa kita akan rajin melaksanakan operasi.” tegas Kapolres.
Yang ketiga, mengenai Perda Pariwisata, nanti akan dibahas di DPRD. Di sana sudah dicabut oleh Pak Bupati bersama Sekda. Di sini juga ada Pak Ketua DPRD. Mari kita sama-sama, baik dari mahasiswa, kepolisian, maupun TNI, bergabung melaksanakan razia bersama-sama.” tutup Kapolres.
Kegiatan aksi berjalan tertib, aman, dan terkendali. Aspirasi massa telah disampaikan secara langsung kepada pihak Kepolisian dan akan dilanjutkan ke DPRD KSB.
Dengan Dorong dialog lanjutan antara mahasiswa, DPRD, dan Pemerintah Daerah agar aspirasi dapat tersalurkan secara konstruktif. Intl Boen
Red: Busran S.Ip






































