xposeTV // Malang – Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, bersiap menggelar kirab budaya untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-80 pada sabtu (23/8/2025) sore. Gelaran ini akan diawali dengan cek sound selepas salat Magrib di setiap Rt atau penyewa sound pada pada hari Jum’at dan dilanjutkan kirab budaya pada hari sabtu sore .
Sekertaris desa pagak sekaligus Ketua Panitia, Naroji, menyebut persiapan dilakukan jauh hari agar acara bisa meriah sekaligus aman.“Kami sepakat kegiatan ini dimulai setelah Magrib untuk cek sound, kemudian kirab budaya start hari sabtu sore jm 15.00 di pusat Desa Pagak,” ujar Naroji
Soal perizinan, panitia memastikan seluruh prosedur sudah dilalui, mulai dari pemerintah desa hingga Polres Malang. Bahkan, paparan teknis juga sudah dilakukan di hadapan pejabat kepolisian pada 19 Agustus lalu“Semua dokumen izin lengkap, kami sudah paparan di Polres, dan pihak keamanan mendukung penuh agar kirab budaya ini berjalan lancar,” tegas Naroji .
Naroji menambahkan, total ada 20 peserta yang berpartisipasi dalam kirab ini. Namun, hanya 19 kelompok yang masuk undian karena satu kelompok dari Dusun Bumerjo, Desa gampingan, hadir sebagai tamu kehormatan.
“Kelompok sakera kami tampilkan pertama sebagai penghormatan, sedangkan peserta umum berjalan sesuai nomor undian,” jelas Naroji.
Kasun Desa Pagak devi wibowo menambahkan, kirab budaya kali ini sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas seni dengan tetap memperhatikan aturan. Salah satunya adalah pengaturan sound system yang harus dikelola dengan baik karena daya hentaknya bisa mencapai 135-150 desibel.“Kami imbau masyarakat, khususnya yang kurang sehat, agar bijak menonton dan tetap menjaga keselamatan,” ujar wibowo.
Dari sisi pengamanan, Kanit Intel Polsek Pagak, Bagus, menyebut pihaknya sudah menyiapkan kurang lebih 11 personel untuk mendukung kegiatan ini. Ia memastikan koordinasi dengan TNI, Linmas, serta panitia sudah dilakukan.
“Kami sudah petakan potensi kerawanan dan semua langkah antisipasi disiapkan agar kirab budaya berjalan tertib,” terang Bagus.
Bagus juga menekankan bahwa Polsek Pagak mendorong agar kirab budaya ini tidak sekadar hiburan, tetapi membawa nilai positif bagi masyarakat. Ia mengingatkan panitia tetap menjaga norma dalam setiap penampilan.
“Kami titip pesan, jangan sampai kegiatan budaya berubah jadi tontonan yang meresahkan. Pagak harus tampil beda dengan budaya yang bermartabat,” tambahnya.
Sementara itu, Babinsa Sumbermanjingkulon, Tokit, menegaskan dukungan TNI dalam menjaga kondusivitas. kurang lebih 11 personel Koramil akan dikerahkan bersama Linmas dan panitia keamanan internal.
“Kami siap bersama kepolisian dan panitia menjaga situasi agar masyarakat menikmati kirab dengan nyaman,” kata Tokit.
Tokit berharap kirab budaya Desa Pagak bisa menjadi percontohan positif di Kabupaten Malang. Dengan pengemasan yang sehat dan sesuai norma, ia meyakini kegiatan ini bisa menginspirasi wilayah lain.
“Kalau kirab budaya di Pagak bisa jadi tontonan sekaligus tuntunan, maka otomatis akan jadi teladan bagi desa-desa lain,” tutupnya






































