![]()
Ratatotok, Minahasa Tenggara – XposeTV. insiden penembakan di lokasi Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Ratatotok, Minahasa Tenggara, mencuat ke permukaan dan memicu sorotan publik. Klarifikasi terbaru mengungkap bahwa tambang ilegal tersebut bukan milik Sie You Ho, seperti yang sempat diberitakan sebelumnya.
Juru bicara Sie You Ho, Donald Pakuku, menegaskan bahwa kliennya sudah lama tidak terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal. “Sudah lama berhenti menambang. Bahkan juga lama tidak ke Mitra dan lebih banyak berada di Jakarta,” ujar Pakuku.
Menurut Pakuku, lokasi PETI tempat insiden penembakan terjadi sebenarnya dimiliki oleh Yang Lin, seorang warga asing pemegang paspor China. Lahan tersebut disewa Yang Lin dari Gao Yu Ven sejak tahun 2022, awalnya untuk keperluan usaha perkebunan. “Entah kenapa kemudian muncul aktivitas pertambangan yang diketahui tanpa izin alias ilegal,” jelas Pakuku.
Pakuku juga membantah anggapan bahwa Sie You Ho adalah Warga Negara Asing (WNA). Ia menegaskan bahwa You Ho telah menyandang status Warga Negara Indonesia (WNI) selama 30 tahun. “Saya menyayangkan pemberitaan yang menyebut You Ho sebagai WNA China yang terlibat dalam PETI. Ini momentum yang tepat untuk kami jelaskan siapa You Ho, agar ke depan jika ada isu PETI di Alason, nama You Ho tidak lagi dihubung-hubungkan,” tegasnya.
Baca juga: polda-sulut-selidiki-tewasnya-fredo-tangkoto/
Terkait motif penyerangan di lokasi PETI milik Yang Lin, Pakuku menyarankan agar publik menunggu konfirmasi resmi dari pihak kepolisian. “Saya memahami dinamika yang terjadi di area pertambangan, tapi saya percaya polisi memiliki otoritas untuk memberikan keterangan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya, Polda Sulawesi Utara (Sulut) mengonfirmasi terjadinya penyerangan di lokasi PETI yang menyebabkan aparat keamanan terdesak dan akhirnya melepaskan tembakan. Salah satu peluru mengenai kepala seorang warga setempat hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Insiden ini kembali menyoroti persoalan legalitas aktivitas pertambangan ilegal di wilayah tersebut serta potensi konflik yang dapat timbul akibat kurangnya pengawasan. Masyarakat berharap adanya kejelasan hukum dan penegakan aturan yang lebih ketat terhadap PETI agar peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden tersebut, termasuk motif di balik penyerangan dan keterlibatan para pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas PETI di Ratatotok. (John Sela)







































Keep up the wonderful work, I read few blog posts on this internet site and I think that your web blog is really interesting and has bands of good information.
I like the helpful information you provide for your articles. I’ll bookmark your blog and check again here regularly. I’m somewhat certain I will learn plenty of new stuff proper here! Best of luck for the following!
F*ckin’ awesome issues here. I’m very satisfied to see your article. Thank you a lot and i’m looking ahead to touch you. Will you kindly drop me a mail?
You really make it appear really easy with your presentation however I in finding this topic to be actually something that I think I’d never understand. It sort of feels too complicated and extremely vast for me. I’m looking ahead on your subsequent put up, I?¦ll try to get the grasp of it!
When I originally commented I clicked the -Notify me when new comments are added- checkbox and now each time a comment is added I get four emails with the same comment. Is there any way you can remove me from that service? Thanks!
Yay google is my king assisted me to find this great internet site! .