![]()
BITUNG,XPOSETV.com– Aktivitas satu unit mobil tangki โkepala biruโ milik PT Berkat Rehoboot menuai sorotan publik. Pasalnya, usai terpantau keluar dari Depot Pertamina, unit pengangkut BBM tersebut justru masuk ke mess/gudang perusahaan, bukan menuju lokasi tujuan sebagaimana tercantum dalam surat penebusan BBM, Jumat (30/01/2026).
Berdasarkan ketentuan distribusi, mobil tangki yang mengangkut BBM jenis solar dari Pertamina wajib langsung menuju lokasi penerima sesuai dokumen resmi dan tidak diperkenankan melakukan aktivitas di luar rute. Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya penyimpangan yang memunculkan dugaan pelanggaran distribusi BBM.
Awak media yang melakukan pemantauan langsung mendapati indikasi kuat adanya aktivitas mencurigakan di area mess/gudang PT Berkat Rehoboot.
Terlihat jelas mesin Alkon dan selang dalam kondisi siap digunakan, yang secara teknis lazim dipakai untuk aktivitas pemindahan atau curah BBM. Situasi ini menguatkan dugaan bahwa unit tangki tersebut tidak sekadar โmampirโ.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, BBM yang diangkut merupakan BBM solar bersubsidi, yang penggunaannya telah diatur ketat oleh pemerintah.
Setiap penyimpangan distribusi BBM bersubsidi berpotensi merugikan keuangan negara dan masyarakat yang berhak menerima.
Lebih jauh, pernyataan dari salah satu penanggung jawab di lokasi justru memperkuat kecurigaan. Ia mengaku tidak berani membuka salah satu penutup tangki.
โSaya tidak berani membuka penutup tangki yang kedua. Takut dipecat dan kehilangan pekerjaan,โ ujarnya singkat kepada awak media.
Pernyataan tersebut menimbulkan tanda tanya besar terkait apa yang sebenarnya terjadi di dalam area mess/gudang tersebut.
Saat dikonfirmasi terpisah, pemilik PT Berkat Rehoboot yang diketahui merupakan istri dari seorang pejabat publik (Bupati) membantah adanya aktivitas penyaluran BBM. Ia menyatakan bahwa mobil tangki tersebut hanya singgah untuk mengambil mesin Alkon.
โMobil itu hanya mampir untuk mengambil mesin Alkon,โ katanya.
Namun, alasan tersebut dinilai belum sepenuhnya menjawab pertanyaan publik, mengingat keberadaan mesin Alkon dan selang justru terpantau berada di lokasi saat unit tangki berada di dalam area gudang.
Atas temuan ini, awak media akan melakukan koordinasi dan konfirmasi resmi kepada pihak Pertamina serta instansi terkait di sektor Migas guna memastikan apakah aktivitas unit tangki tersebut sesuai dengan prosedur distribusi BBM bersubsidi atau justru melanggar ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pertamina dan instansi pengawas Migas belum memberikan keterangan resmi. Publik pun mendesak adanya klarifikasi terbuka dan penelusuran menyeluruh demi menjaga transparansi dan akuntabilitas distribusi BBM bersubsidi.(Tim)






































