XposeTV, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Tim Khusus (Timsus) tidak menemukan fakta peristiwa terkait tembak menembak dalam kasus kematian Brigadir J di rumah mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.
“ Bahwa tidak ditemukan fakta tembak menembak seperti yang dilaporkan,” kata Sigit dalam konferensi pers di Mabes Polri, Selasa (9/8/2022)
Baca juga ; Dalang kondang Solo Puncak Rangkaian Semarak HUT RI-77
Baca juga ; Rancangan Perubahan KUA- PPASTA 2022 Lamongan Disetujui
Kapolri mengatakan, terkait fakta peristiwa yang ditemukan Timsus, adalah murni penembakan Brigadir J, yang kemudian menyebabkan Brigadir J tewas.
Kapolri mengungkapkan, untuk membuat seolah olah terjadi tembak menembak, Ferdy Sambo melakukan penembakan dengan senjata Brigadir J ke dinding berkali-kali untuk membuat kesan seolah-olah telah terjadi tembak menembak.
Baca juga ;Lapas Lamongan ikut Putaran final Tenis Meja KUMHAM Jatim
Baca juga; Hadiri Rakerda HIPMI Sumut Ryan Kono Bersama Menantu Jokowi
“ Terkait apakah saudara FS menyuruh atau terlibat langsung dalam penembakan, saat ini timsus masih melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi,” kata Sigit.
Kapolri menegaskan, telah dilaksanakan gelar perkara, dan timsus telah menetapkan FS (Ferdy Sambo) sebagai tersangka.
Kuasa Hukum Bharada E Muhammad Boerhanudin sebelumnya juga menyatakan tidak ada terjadi tembak-menembak dalam kasus kematian Brigadir J.
Dikatakan dia, tidak ada satupun timah panas yang dilepaskan Brigadir J dalam insiden beradarah tersebut. Sehingga ia memastikan tidak ada insiden baku tembak dalam peristiwa yang menewaskan Brigadir J.
“ Pelaku yang menembak [Brigadir J] lebih dari satu, tidak ada tembak menembak,” ucap Boerhanudin, dikutip dari CNN Indonesia.
Dikatakan dia, tidak ada satupun timah panas yang dilepaskan Brigadir J dalam insiden beradarah tersebut. Sehingga ia memastikan tidak ada insiden baku tembak dalam peristiwa yang menewaskan Brigadir
[krisna]
Dikatakan dia, tidak ada satupun timah panas yang dilepaskan Brigadir J dalam insiden beradarah tersebut. Sehingga ia memastikan tidak ada insiden baku tembak dalam peristiwa yang menewaskan Brigadir J.





































