XPOSE TV.//Pamekasan, Jawa Timur – Tak kunjung diperbaiki jalan poros provinsi di desa waru barat, 500 meter ke barat dari kantor kecamatan Waru kabupaten pamekasan, madura jawa timur, pengendara bermotor harus hati- hati, dan ironisnya pemerintah provinsi kurang memperhatikan jalan tersebut, sehingga warga setempat memberikan rambu- rambu dengan menanam pohon pisang, (6/12/22).
Baca juga: Sikap Premanisme Oknum Debt Collector Terhadap Wartawan
Jalan tersebut adalah jalan akses yang dapat mempermudah bagi masyarakat utara untuk ke selatan yakni ke kota pamekasan namun hingga saat ini sangat disayangkan oleh pengendara karena sudah terlalu lama belum ada respon maupun perbaikan sama sekali dari pemerintah kabupaten dan provinsi. Jalan poros yang penuh dengan lubang dan gelombang pengguna jalan harus berhati hati saat melintas apalagi saat hujan.
“Jalan ini sama halnya dengan jalan plosok pak sebab, banyak lubang dan benjolan jalannya seperti area motorcross” ungkap Sadiman(40)pria kelahiran sokobanah sampang saat melintas jalan tersebut.
Beda halnya dengan sadiman, Junaidi (31) th warga setempat juga mengeluh atas jalan poros tersebut sebab pemerintah dianggap kurang memperhatikan. Dalam pengakuannya banyak pengendara yang lewat jatuh(luka ringan dan luka parah.red).
” ini sudah lama mas yang rusak dan ini bertambah parah lubangnya sehingga bila hujan lubangnya tergenang air, disitu membuat pengendara roda dua bisa jatuh”. terangnya.
” Akibat tak kunjung diperbaiki jalan tersebut makanya dikasih pohon pisang sebagai rambu rambu supaya pengendara berhati hati”.
Jalan poros tersebut merupakan jalan akses antar kabupaten sampang dan pamekasan di bagian Pantura( pantai utara).
Dalam hal tersebut, diharapkan pemerintah kabupaten pamekasan untuk mengusulkan jalan poros yang ada di desa waru barat kepada pemerintah provinsi supaya pemerintah privinsi memberikan kebijakan untuk memperbaiki jalan ini dan sehingga membuat para pengendara bermotor nyaman saat melintas.
Jangan selalu membangun jalan yang sudah bagus menjadi lebih bagus bahkan seharusnya dimulai dari yang tidak bagus menjadi bagus sehingga lebih bagus kata Junaidi saat dimintai keterangannya di tempat tersebut.
Ditempat yang berbeda juga disayangkan oleh Bang Hilal bahwa seharusnya pemerintah harus jeli dalam membangun jalan raya jangan selalu membangun jalan yang layak pakai. Seharusnya jalan yang sangat tidak layak itulah harus diperhatikan terlebih dahulu.
” banyak mas jalan yang masih layak itu di garap kembali seperti yang ada di desa tampujung kecamatan waru itu masih layak dan itu hanya 2tahun lho yang diperbaiki”
” seharusnya pemerintah lebih mendahulukan yang tak layk menjadi layak. Yaa.. Seperti di jalan poros di desa waru barat itu itu sudah lama tak ada perbaikan”. Terang bang hilal dengan wajah kesal.
Red: Ais





































