“Sindikat PETI Ganas Runtuhkan Bulangita!” Ketua DPD LSM LA-HAM Ismail Hippy Ledak APH

  • Whatsapp

Loading

Pohuwato, XposeTV – Kecamatan Bulangita berubah menjadi kubangan air setelah banjir bandang menghancurkan puluhan rumah warga. Bencana ini dipicu kerusakan ekosistem masif akibat gurisan liar penambang emas tanpa izin (PETI). “Ini bukan alam murka, ini ulah tangan jahat perusak lingkungan!” tegas Ismail Hippy, Ketua DPD LSM LA HAM Pohuwato.

Dengan amarah menyala, Hippy menuding sindikat PETI beroperasi layaknya mafia terorganisir. Ia secara spesifik membidik Uten Umar (UU) dan Muku Mardain (UD) sebagai “dalang kehancuran” yang mengeruk keuntungan dari penderitaan warga. “Mereka menyembelih bukit-bukit suku kami demi emas!” serunya di depan lokasi banjir.

Jaringan kejahatan ini, menurut Hippy, melibatkan kroni-kroni haus kekuasaan: Ferdi Mardain, Dedi Teratai, Pada Ebu, Parton Baroto, Daeng Rudi, dan Arman. “Lihat aset mewah mereka! Vila dan mobil mewah itu dibangun dari air mata korban banjir!” tuduhnya tanpa memberi ruang pembelaan.

Di lapangan, Hais Pasa alias Gaisi (AR) disebut Hippy sebagai “tukang pukul” sindikat. Ia didukung kader lapangan ganas: Rajuardi Ales Kude, Saidi Pambi, Parman Pambi, Gupa, dan Darwis Harim alias Janari. “Gerimis darah malaria menetes dari lubang-lubang galian mereka!” pekik Hippy menyambungkan PETI dengan wabah mematikan.

Dengan retorika pedang, Hippy menggugat Dinas Kesehatan: “Bila data malaria tak diungkap, berarti ada konspirasi tutupi kejahatan ini!” Pernyataan ini sengaja meniupkan kecurigaan sistematis terhadap kelambanan institusi.

“Setiap gram emas mereka ternoda banjir warga!” ledak Hippy, menambahkan dimensi moral pada kerusakan. Ia menyindir aparat: “Kalian sibuk berpesta dengan cukong-cukong ini sementara rakyat terendam lumpur!”

Ultimatumnya mengeras: “Bekukan aset UU-UD dalam 24 jam!Tangkap Gaisi sebelum Jumat!” Ancaman implisit menyelip: “Jika tidak, banjir darah amarah warga akan lebih dahsyat dari banjir lumpur ini!”

Menutup orasinya, Hippy berapi-api: “APH punya dua pilihan: jadi pahlawan atau pengkhianat rakyat Bulangita!” Tekanan ini memaksa aparat bertindak di tengah kepungan narasi publik yang telah diarahkannya. (Tim)

🇮🇩 CATATAN REDAKSI: 🇮🇩 Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita dan atau konten video tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi dan/atau hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.👍 Artikel/berita yang dimaksud dapat dikirimkan melalui email redaksi: xposetv0@gmail.com. Terima kasih.👍👍👍

Pos terkait