XposeTVlive|| BEKASI -Sejarah Cabangbungin Pada acara HUT RI Ke-78. Setiap daerah di Kabupaten Bekasi memiliki kisah dan sejarahnya masing-masing, mulai dari asal usul nama dusun, desa, desa kecamatan hingga adat budaya. Seperti asal muasal nama dan sejarah keberhasilan Kabupaten Cabangbungin yang terungkap pada peringatan Hari Nasional ke-78 Indonesia yang digelar di Lapangan Batujaya, Desa Lenggahjaya, Kecamatan Cabangbungin pada Kamis (17/08).
Sejarah Cabangbungin Pada acara HUT RI Ke-78. Pemkab Cabangbungin sengaja membeberkan sejarah Cabangbungin pada acara HUT RI ke-78. Tujuannya agar masyarakat Kecamatan Cabangbungin lebih mengenal sejarah yang mengiringi pembangunan daerahnya, sehingga menimbulkan rasa bangga bagi warganya.
Adalah Syarif Hidayat, Pemerhati Sejarah dan Budaya Sumedang Larang yang hadir dalam pemaparan sejarah Cabangbungin di acara HUT RI. Ia mengatakan, asal muasal nama Cabangbungin tidak diketahui kapan karena tidak ada bukti primer.
Bukti primer adalah seperti sebuah situs, misalnya sebuah batu dengan tulisan aksara dan kemudian sebuah tanggal tertulis di atasnya. Namun, ada beberapa buku tertulis yang ditulis oleh pemerintah kolonial VOC Belanda. “Awal keberadaan Cabangbungin tidak disebutkan, hanya ditulis tanggalnya, hanya ditulis tahunnya, sekitar tahun 1691 tertulis ada sebuah kecamatan bernama Cabangbungin,” jelas Syarif Hidayat.
Menurutnya, nama Cabangbungin sepertinya berasal dari cerita masyarakat secara turun temurun, yaitu ada cabangnya. “Sungai yang bercabang-cabang seperti itu, kemudian di tengahnya ada bungin, bungin itu seperti delta atau sedimentasi akibat penumpukan lumpur, pasir dan sebagainya,” jelasnya.
Syarif melanjutkan jika delta dalam bahasa Sunda disebut bungan atau bungin. Seiring berjalannya waktu di daerah ini terdapat desa yang berkembang menjadi banyak, sehingga daerah tersebut dikenal dengan nama Cabangbungin.
“Hanya saja kita tidak tahu kapan pertama kali disebut Cabangbungin. Belum ada, tapi untuk penulisan kabupaten atau tanah dalam bahasa Belanda, Cabangbungin sudah ada pada awal abad ke-16 dan ke-17,” ujarnya. dikatakan.
Selain asal muasal nama Cabangbungin, tambah Syarif Hidayat, beberapa peninggalan sejarah bisa dijadikan bukti bahwa daerah tersebut menjadi salah satu daerah awal peradaban Sunda. Hal ini terlihat dari situs-situs purbakala yang ditemukan di sekitar kawasan tersebut.
Cabangbungin dari zaman dahulu sebenarnya merupakan titik awal peradaban sunda, dimana banyak terdapat situs purbakala mulai dari situs purbakala terbesar yaitu peradaban kerajaan Tarumanegara, karena di belakang kita terdapat situs Batu Jaya kemudian di seberangnya. ada Candi Jiwa, dan itu salah satu peninggalan budaya dari kerajaan Tarumanegara, cikal bakal kerajaan sunda,” jelasnya.
Memasuki masa pendudukan Belanda, kata Syarif, sejarah juga mencatat Cabangbungin sebagai salah satu penghasil komoditas kapas terbesar saat itu. Sejarah ini juga tidak luput dari materi presentasi yang disampaikan pada upacara tersebut.
Kemudian pada awal abad ke-16, karena tanah di daerah Cabangbungin dikuasai oleh VOC, maka menjadi salah satu kantong-kantong perkebunan yang salah satunya merupakan perkebunan kapas terbesar pada masa itu sampai ke arah sepanjang Citarum. -Aliran Cikarang,” jelasnya.
Cabangbungin adalah pusat transaksi Bekasi ya bagi pengepul hasil bumi termasuk kapas dan juga barang-barang lain yang dibutuhkan VOC pada masa itu, kalau disebut kota maka bisa disebut kota pada masanya.
Namun seiring berjalannya waktu hingga memasuki masa perjuangan kemerdekaan, situs-situs tersebut mulai dilupakan. Dengan peringatan HUT RI kali ini, Pemerintah Kabupaten Cabangbungin berusaha menggugah warganya untuk mencintai daerahnya kemudian mulai menggali kembali sejarah masa lalu agar bangga dengan daerahnya sendiri.
Ballyunaendi






































