![]()
XposeTV – Gorontalo. Mereka berpikir saudara saudara kita yang turun ke jalan untuk membela kedaulatan rakyat adalah gerombolan orang yang tidak bisa menerima kekalahan.
Supaya terlihat bijaksana, mereka diam dan terkesan lebih toleran kepada para pelaku pelaku kecurangan dan mengizinkan negara besar ini dikelola oleh orang yang curang.
Dalam pertandingan menang kalah itu biasa, namun jika kemenangan itu di rebut dengan cara cara yang curang itu tindakan yang tidak bermoral dan tidak beretika.
Baca Juga: Kisah-Seorang-Pengusaha-Dengan-Level-Of-Patience-Dan-Sincerity-Haji-Sampurna
Betul kiranya kita harus menerima ketentuan dan takdir dari Allah, tapi Allah juga perintahkan kita berikhtiar dan berusaha namun bukan dengan cara menipu dan curang.
Kata mereka, tempuh dgn jalur hukum. Bukannya semua ada aturan dan mekanisme hukumnya??
betul.. betul sekali,
tapi setelah rakyat dipertontonkan secara nyata dengan keberpihakan aparat kepada penguasa, wasit yang diharapkan mengawasi ternyata ikut bermain dan mengatur skor lawan agar menang.
Coba jelaskan bagaimana caranya rakyat bisa percaya lagi dengan lembaga lembaga hukum tertinggi di negeri ini? sekali di bohongi orang masih bisa berbaik sangka dan menerima, jika kebohongan itu berkali kali bukankah itu seperti kuda yg mirip keledai yang jatuh dua kali ke lubang yang sama.
Ikhlas dan legowo menerima kekalahan itu sangat mudah dengan syarat buktikan saja kalau kalian benar benar tidak berlaku curang,
kalian jelaskan dan buktikan saja di depan publik bahwa bukti kecurangan yang sudah terkumpul di meja wasit itu tdk benar, mudah kan?
Jangan kalian cela teman saudara kalian yang ikut berjuang menegakkan kedaulatan rakyat, perjuangan ini sejatinya bukan untuk mereka, tetapi untuk negeri ini untuk anak cucu kita semua.
Jika kalian mau, turunlah bersama mereka. Jika pun tidak, do’akan dan support perjuangan mereka, Jika tak sanggup mendo’akan pun, jangan kau cela perjuangan mereka. apalagi ber-haha-hihi sama pelaku kecurangan.
“ANCAMAN KERAS DARI RASULULLAH BAGI ORANG YANG CURANG DAN MENIPU”
“Tidaklah seorang hamba yang Allah berikan kepemimpinan atas orang lain, lalu ia mati dalam keadaan berbuat curang terhadap orang-orang yang dipimpinnya, melainkan Allah akan mengharamkan atasnya surga”






































