Randangan Diselimuti Debu: Truk Galian C Diduga Abaikan Aturan, Warga Khawatirkan Dampak Kesehatan dan Keselamatan

  • Whatsapp

Loading

Randangan, Pohuwato, XposeTV– Aktivitas dump truk pengangkut material galian C di Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, kembali memicu keresahan warga. Kendaraan berat tersebut diduga beroperasi tanpa mematuhi aturan keselamatan, seperti tidak menutup muatan dengan terpal, sehingga menimbulkan debu tebal di sepanjang jalan Trans Sulawesi.

Warga setempat mengeluhkan dampak kesehatan yang timbul akibat debu beterbangan, terutama bagi anak-anak dan lansia yang rentan terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Selain itu, lalu lintas kendaraan berat yang keluar-masuk jalur utama tanpa pengawasan dikhawatirkan memicu kecelakaan. “Mereka seenaknya bongkar muat tanpa peduli dampaknya. Debu di mana-mana, anak-anak kami mulai batuk-batuk,” ujar seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan.

Pantauan di lapangan menunjukkan, truk-truk tersebut mengangkut material dari Desa Motolohu, di belakang Polsek Randangan, menuju lokasi proyek di wilayah kecamatan. Namun, tidak adanya penutup muatan membuat debu menyebar ke permukiman warga dan merusak kenyamanan lingkungan.

Kekhawatiran lain adalah kerusakan jalan nasional akibat beban berat kendaraan tersebut. Warga menilai pembiaran aktivitas ini dapat memperparah kondisi jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan. “Ini jalan nasional, bukan jalan proyek. Kalau dibiarkan, aspal bisa rusak, debu makin parah, dan korban bisa jatuh,” kata seorang warga dengan nada kesal.

Sementara itu, pihak berwenang dinilai lamban merespons keluhan masyarakat. Tidak terlihat adanya pengawasan dari dinas terkait, baik dalam hal lalu lintas maupun dampak lingkungan. Warga mendesak Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pohuwato untuk segera mengambil tindakan.

Ketika dikonfirmasi, pihak direksi proyek hanya menyatakan bahwa informasi akan disampaikan melalui sopir dump truk yang mengangkut material. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari instansi terkait.

  1. Masyarakat berharap ada langkah tegas untuk mengatasi masalah ini sebelum dampaknya semakin meluas. Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin akan terjadi penurunan kualitas kesehatan warga dan kerusakan infrastruktur yang lebih parah. (**)
🇮🇩 CATATAN REDAKSI: 🇮🇩 Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita dan atau konten video tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi dan/atau hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.👍 Artikel/berita yang dimaksud dapat dikirimkan melalui email redaksi: xposetv0@gmail.com. Terima kasih.👍👍👍

Pos terkait