Proyek SMA Taruna Nusantara Langowan Disoroti, Tokoh Masyarakat Protes Dominasi Tenaga Kerja Luar

  • Whatsapp

Loading

Minahasa, XposeTV– Proyek pembangunan SMA Taruna Nusantara di Langowan kini menjadi sorotan tajam masyarakat.Proyek yang ditargetkan rampung pada Januari 2026 ini diduga sengaja tidak menyerap tenaga kerja lokal dan lebih mempekerjakan pekerja dari luar Sulawesi, menimbulkan gelombang kekecewaan.

Salah satu tokoh masyarakat Langowan,Jim Yon yang juga dikenal sebagai Panglima Besar Torang Bersama Prabowo (Tosbro 08), menyuarakan protes keras. Ia ditemui awak media di lokasi sekolah di Desa Koyawas untuk menyampaikan keprihatinannya atas situasi ini.

Jim Yon dengan tegas menyatakan bahwa kebijakan rekrutmen dalam proyek ini sangat tidak adil.”Ini sangat tidak adil, hanya karena selisih seratus dua ratus rupiah, warga lokal digeser dalam proyek ini,” ujarnya, menuding perbedaan upah kecil sebagai alasan pengesahan tenaga lokal.

Lebih lanjut,Jim Yon mengkritik bahwa praktik ini sudah tidak sejalan dengan janji pemerintahan. Ia mengingatkan pada poin keenam program Asta Cita Presiden Prabowo, yaitu membangun dari desa dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. “Ini sudah tidak sejalan dengan program tersebut,” jelasnya.

Ditambahkannya,penutupan kesempatan bagi tenaga lokal untuk bekerja bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga berpotensi memicu ketegangan. Jim Yon mengingatkan bahwa situasi ini bisa menimbulkan konflik sosial jika tidak diatasi.

Jim Yon secara khusus menyoroti peran PT Naura dan PT Trikarsa yang didominasi tenaga kerja luar daerah.Ia juga menyinggung masalah ketertutupan informasi rekrutmen serta vendor-vendor pusat yang bekerja tanpa melibatkan masyarakat setempat.

Menurut Jim,kombinasi dari dominasi pekerja non-lokal, kurangnya transparansi, dan keterlibatan masyarakat yang minim dinilainya sebagai “bom waktu”. Ia memperingatkan bahwa hal ini dapat memicu konflik sosial yang lebih dalam jika terus diabaikan.

Manajer Konsultan proyek, Wolter Piri, memberikan klarifikasi yang berbeda. Ia menyatakan bahwa tenaga kerja non-lokal dipilih karena memenuhi sertifikasi SNI, memiliki pengalaman khusus, dan dianggap lebih cepat dalam mengimbangi target pembangunan yang ketat.

Penjelasan dari pihak konsultan tampaknya belum meredam suara protes.Sorotan dari tokoh masyarakat seperti Jim Yon dan organisasinya, Tosbro 08, mengindikasikan bahwa ketegangan sosial masih membayangi proyek pembangunan ini, menunggu langkah penyelesaian dari pihak-pihak yang bertanggung jawab. (Tim)

🇮🇩 CATATAN REDAKSI: 🇮🇩 Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita dan atau konten video tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi dan/atau hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.👍 Artikel/berita yang dimaksud dapat dikirimkan melalui email redaksi: xposetv0@gmail.com. Terima kasih.👍👍👍

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *