BONE, SULSEL – Proyek pembangunan jalan di Dusun III Lanca Baru, yang dibiayai dari Dana Desa Tahun Anggaran 2024 serta program dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, diduga tidak sesuai standar pengerjaan. Thamrin selaku pelaksana kerja pengerasan jalan desa tersebut mengungkapkan jika kondisi jalan telah selesai dikerjakan dan masalah retak pada jalan belum bisa dikatakan retak karena posisi jalan masih pengerasan dan belum dilakukan pengaspalan.
Adanya pemberitaan beberapa hari lalu disalah satu media online menyangkut proyek jalan tersebut, thamrin mengatakan ” memang telah lama selesai di tahun 2024 tetapi faktor alam dengan adanya hujan keras hingga air tergenang membuat kondisi jalan mengalami sedikit retak. Selain itu faktor kontur tanah yang labil faktor hingga jalan tersebut menjadi retak timbunannya. Masyarakat pengguna jalan yang sering melewati jalan tersebut memaklumi kondisi cuaca salah satu penyebab keretakan jalan tersebut.
Jalan tani yang juga berfungsi sebagai jalan menuju Salah satu permandian yang terdapat didesa lanca telah dibuat dengan hasil kondisi baik dan berguna bagi masyarakat lanca sendiri terutama untuk mendapatkan lapangan pekerjaan sebagai penjual dekat permandian.
Menurut masyarakat desa lanca yg ada diseputaran permandian juga mengungkapkan meskipun belum dilakukan pengerjaan pengaspalan. “semenjak jalan ini dibuat warga masyarakat dari luar desa lanca sering berkunjung ke permandian ini setiap hari minggu pemandiannya ramai,” jelas warga.
Thamrin juga menambahkan dengan selesainya proyek jalan tersebut, masyarakat sekitar desa lanca tersebut berterima kasih kepada pemerintah desa,” kami merasa bersyukur bahwa jalan tersebut membuat kami mudah untuk mengakut hasil pertanian.
Salah satu proyek yg ada didesa lanca itu sangat bermanfaat bagi petani sebab proyek jalan tersebut menurut petani memudahkan untuk mengangkut hasil sawah kami kerja,”pungkasnya.
[





































