Baturaja Xpostv//Kapolres OKU, AKBP IMAM ZAMRONI SIK MH memberikan keterangan pers kepada wartawan, Senin siang (4/3/2024)
Terkait dugaan pengancaman kepada dua orang komisioner Bawaslu OKU. foto tangkapan layar video wawancara
Kapolres OKU, AKBP IMAM ZAMRONI SIK MH memberikan keterangan pers kepada wartawan.
Menurut Kapolres,hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan secara resmi dari pihak korban yang merasa tertipu dengan janji perolehan suara pada Pemilu 2024.
Yang ada kata Kapolres, pihaknya menerima dua komisioner tersebut dalam rangka pengamanan karena mereka hadir bersama intel TNI/Kodim OKU.
“Jadi soal komisioner Bawaslu OKU tadi pagi dinihari sekitar jam 01.30 WIB (Senin dinihari). Ada dua komisioner Bawaslu Kabupaten OKU dengan seorang anggota TNI/Kodim ke ruang SPKT Polres OKU,” ujar Kapolres OKU Imam Zamroni.
Kedatangan mereka ini, kata Kapolres dalam rangka meminta ruang keamanan/pengamanan, karena dua komisioner Bawaslu OKU ini merasa terancam.
Lebih lanjut Kapolres mengatakan kedua anggota komisioner Bawaslu OKU yang mendapatkan ancaman tersebut (FR dan AK) belum membuat laporan polisi.
Namun, mereka hanya mengadu dan meminta ruang pengamanan. Dan pihak Polres OKU sendiri sudah meminta klarifikasi awal atas pengancaman tersebut
“Kita sudah melakukan klarifikasi kepada kedua anggota Komisioner Bawaslu tersebut,” kata Kapolres
Anehnya, menurut Kapolres IMAM ZAMRONI SIK MH, pihak Komisioner Bawaslu OKU ini tidak mengenal siapa yang mengancam mereka mengenai kabar suap menyuap dari Caleg Dapil OKU 1 (Baturaja Timur),
Kapolres Imam Zamroni, mengaku belum menerima laporan secara resmi.Yang ada katanya, sekarang pihaknya masih melakukanpemeriksaan awal terhadap dugaan ancaman dari beberapa orang terhadap dua anggota Komisioner Bawaslu OKU (F dan Ak).
“Jadi tidak ada penyerahan soal oknum anggota komisioner Bawaslu tersebut. Yang ada mereka (F dan Ak) meminta perlindungan ruang pengamanan karena terancam,” tegas Kapolres
Kendati demikian kata Kapolres, pihaknya akan tetap mendalami rentetan peristiwa tersebut. Apakah nanti ada hal lain yang berkait dengan kejadian dugaan pengancaman tersebut atau tidak.
“Sejauh ini kita belum menerima laporan soal dugaan isu suap menyuap terhadap kedua anggota Komisioner Bawaslu OKU tersebut,” tutup Nya Kapolres Kab.Oku.Red”(Novri)





































