Makassar – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Manajemen Indonesia (PB HMMI) mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Pol Drs. Listianto Sigit Prabowo M.SI. untuk segera mundur dari jabatannya pasca insiden tragis yang merenggut nyawa seorang pengemudi ojek online (ojol) akibat ditabrak oleh mobil baracuda brimob serta seluruh masyarakat dan Mahasiswa yang menjadi korban kebiadaban Aparat kepolisian.
Insiden tersebut memicu gelombang kemarahan publik, khususnya dari kalangan mahasiswa, ojek online (Ojol) dan Masyarakat. Dalam aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang tergabung dalam HMMI turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka. Dalam aksi tersebut, massa mengibarkan bendera organisasi serta menyuarakan slogan keadilan bagi korban dengan tuntutan.
1. Mendesak presiden RI Prabowo Subianto untuk segerah mencopot Kapolri dan segerah melakukan Evalusia seluruh instansi Kepolisian RI.
2. Sahkan RUU perampasan Aset
3. Hentikan tindakan kekerasan terhadap Mahasiswa dan elemen Masyarakat
4. Bubarkan BUMN yang dinilai lumbung dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme.
Agung Setiawan selaku Kepala Departemen Bidang Advokasi PB HMMI menyatakan bahwa peristiwa ini merupakan bentuk nyata dari lemahnya kontrol internal kepolisian Khususnya Kapolri serta buruknya perilaku aparat di lapangan yang terpampang nyata.
Kami menilai tragedi ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan bukti nyata arogansi aparat dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Oleh karena itu, kami mendesak Prabowo Subianto untuk mencopot kapolri,” tegasnya.
Selain menuntut mundurnya Kapolri, PB HMMI juga mendesak agar kasus ini diusut tuntas secara transparan dan aparat yang terlibat diberikan sanksi hukum seberat-beratnya karena mencederai slogan Polri yaitu presisi hadir menjaga setiap hari untuk masyarakat dengan cara Melayani, Mengayomi dan melindungi. Kami menekankan bahwa keadilan bagi korban dan keluarganya harus ditegakkan tanpa pandang bulu di seluruh Indonesia.
Aksi yang akan dilakukan tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas atas tewasnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang meninggal dunia setelah dilindas mobil baracuda milik Mako Brimob saat aksi demonstrasi di Jakarta dan beberapa mahasiswa yang menjadi korban arogansi aparat seperti Makassar, Bandung, Kendari, Jogja, Nusa Tenggara Barat dan Sumatra selatan.
“Jika tuntutan ini tidak ditindaklanjuti, kami tidak segan untuk menggelar aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar,” ucap Kepala Departemen PB HMMI
Peristiwa ini menambah panjang daftar kasus yang mencoreng citra kepolisian di mata publik. Desakan agar Kapolri mundur dinilai sebagai langkah moral sekaligus bentuk pertanggungjawaban atas institusi yang dipimpinnya Tutup Kepala Departemen Advokasi PB HMMI.





































