Pengeroyokan Wartawan di SPBU Tababo Dugaan Mafia BBM Menguat, Aparat Diminta Jangan Diam

  • Whatsapp

Loading

MINAHASA TENGGARA,XPOSETV.com– Sulawesi Utara,Kasus pengeroyokan terhadap wartawan berinisial O alias Onal di SPBU Tababo, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara, Selasa (03/03/2026), memicu gelombang kritik keras terhadap penegakan hukum di daerah tersebut.

Insiden ini terjadi saat korban melakukan pemantauan terkait dugaan praktik penyelewengan BBM bersubsidi jenis solar.

Peristiwa kekerasan itu menambah panjang daftar ancaman terhadap jurnalis yang menjalankan tugas pengawasan publik. Alih-alih mendapat perlindungan, wartawan yang sedang melakukan kerja jurnalistik justru menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah orang di lokasi SPBU.

SPBU Tababo sendiri disebut-sebut terkait dengan kepemilikan yang dikaitkan dengan Bupati Minahasa Tenggara, Ronald Kandoli. Dugaan tersebut semakin memperkuat sorotan publik terhadap kemungkinan adanya praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi di lokasi tersebut.

Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan bahwa SPBU itu diduga kerap melayani pengisian BBM bersubsidi di luar jam operasional resmi. Modus yang disebut-sebut terjadi adalah pengisian solar ke kendaraan dengan tangki modifikasi yang diduga digunakan untuk menampung BBM dalam jumlah besar, yang kemudian diduga diperjualbelikan kembali.

Situasi memanas ketika wartawan mencoba mendokumentasikan aktivitas tersebut. Bukannya mendapat penjelasan, korban justru mengalami tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi.

Sikap salah satu pihak yang disebut berada di lokasi, VR alias Vanda Rantung, juga menuai sorotan. Saat dimintai konfirmasi oleh wartawan, ia justru memberikan pernyataan bernada menantang dan menyatakan tidak keberatan jika kasus tersebut diberitakan.

Pernyataan itu memicu kemarahan publik karena dinilai mencerminkan sikap arogan serta seolah menunjukkan tidak adanya rasa takut terhadap proses hukum.

Ketua Lidikkrimsus RI Sulawesi Utara, Hendra Tololiu, melontarkan kritik keras terhadap aparat penegak hukum yang dinilai lamban dalam merespons kasus tersebut.

Ia menyatakan bahwa kepolisian harus segera bertindak tegas, baik terhadap pelaku pengeroyokan maupun terhadap dugaan praktik mafia BBM yang merugikan negara dan masyarakat.

Kritik serupa juga disampaikan Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Wilson Lalengke. Ia mengecam keras tindakan kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap jurnalis bukan hanya kejahatan terhadap individu, tetapi juga ancaman serius terhadap kebebasan pers dan demokrasi.

“Ketika wartawan yang sedang mengungkap dugaan pelanggaran justru dipukul dan dikeroyok, itu menunjukkan ada pihak-pihak yang merasa kebal hukum. Jika ini dibiarkan, maka mafia BBM akan semakin berani dan masyarakat yang akan menjadi korban,” tegasnya.

Ia juga mendesak aparat kepolisian untuk mengusut kasus tersebut secara transparan dan tidak tebang pilih dalam penegakan hukum.

Kasus pengeroyokan wartawan di SPBU Tababo kini menjadi perhatian publik di Sulawesi Utara.

Masyarakat menunggu langkah konkret aparat penegak hukum untuk mengungkap siapa pelaku kekerasan, sekaligus menyelidiki dugaan praktik mafia BBM yang disebut-sebut terjadi di lokasi tersebut.

Jika aparat gagal bertindak tegas, bukan hanya keadilan bagi korban yang terancam hilang, tetapi juga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di daerah akan semakin terkikis.(Redaksi)

🇮🇩 CATATAN REDAKSI: 🇮🇩 Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita dan atau konten video tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi dan/atau hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.👍 Artikel/berita yang dimaksud dapat dikirimkan melalui email redaksi: xposetv0@gmail.com. Terima kasih.👍👍👍

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *