![]()
XPOSETV//Boalemo – kawasan wisata unggulan itu tidak hanya menampilkan pesona alam, tetapi juga menyatukan gagasan strategis dalam Seminar Nasional Kebudayaan dan Peradaban.26/05
Dengan mengusung tema“Desain Pembangunan Berkebudayaan Menuju Kabupaten Boalemo sebagai Pusat Peradaban Teluk Tomini”, seminar ini menjadi forum penting bagi para pemikir dan praktisi dari berbagai latar belakang untuk merumuskan arah pembangunan yang berakar pada budaya lokal.
Dua tokoh nasional di bidang arsitektur hadir sebagai pembicara utama: Prof. Moh. Ramdhan Pomanto, Wali Kota Makassar dua periode yang dikenal luas sebagai urban designer progresif, dan Prof. Yorri Antar, arsitek kenamaan di balik sejumlah proyek strategis nasional, termasuk perencanaan Ibu Kota Negara (IKN).
Keduanya tidak hanya berbicara tentang desain fisik bangunan, tetapi juga tentang pentingnya membangun karakter daerah. Poin-poin penting yang dibahas mencakup pengembangan sektor pariwisata, pertanian, perikanan, serta desain kawasan Tilamuta sebagai pusat pemerintahan yang berjiwa budaya.
Prof. Ramdhan Pomanto mengungkapkan apresiasinya terhadap forum ini. “Mempertemukan pemikiran besar dalam satu forum seperti ini bukan hal yang mudah. Alhamdulillah, dengan sinergi berbagai pihak, kita berhasil menghasilkan rekomendasi strategis menuju Boalemo yang lebih maju dan berbudaya. Ini akan tercatat dalam sejarah pembangunan daerah,” ujarnya.
Senada, Prof. Yorri Antar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, serta memberikan penghargaan atas gaya kepemimpinan Bupati Boalemo, Rum Pagau.
“Pak Bupati memiliki visi besar. Ditambah dukungan jejaring luas dari Prof. Dhany Pomanto, ini adalah kekuatan strategis. Kita harus bergotong royong—karena gotong royong adalah esensi sejati bangsa ini,” tuturnya.
Sorotan juga tertuju pada kehadiran Senator Syarif Mbuinga, tokoh nasional asal Gorontalo yang akrab disapa Senator Pasisa. Ia hadir tidak sekadar sebagai undangan, tetapi juga sebagai penyemangat gerakan pembangunan berbasis budaya. “Kami mendukung penuh langkah Bupati dan Wakil Bupati Boalemo membangun daerah dengan pendekatan kebudayaan. Ini adalah bentuk pembangunan yang bertumpu pada nilai-nilai lokal,” tegasnya.
Senator Syarif juga menyampaikan bahwa arah pembangunan seperti ini selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Ia pun menutup sambutannya dengan pernyataan yang penuh makna: “Pohuwato-Boalemo Mohutato.”
Seminar ini dihadiri berbagai tokoh strategis, antara lain Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, unsur Forkopimda, kepala daerah se-Gorontalo, kepala Bappeda, tokoh pemuda dan perempuan, hingga para akademisi. Keberagaman peserta menjadi penanda bahwa Boalemo tengah membangun tidak hanya melalui infrastruktur, tetapi dari akar kebudayaannya sendiri.(FM)






































