![]()
Sulut, XposeTV– Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Utara, Ny. Anik Yulius Selvanus, memberikan apresiasi tinggi kepada Ikatan Nyong dan Noni Sulut sebagai pilar penting dalam pelestarian budaya daerah. Ia menyampaikan ini pada acara Malam Keakraban Finalis Nyong dan Noni Sulut 2025 yang digelar di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado.
Menurut Ny. Anik, Ikatan Nyong dan Noni bukan sekadar organisasi biasa, melainkan wadah yang menjaga dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya Sulawesi Utara selama puluhan tahun. Semangat kebersamaan yang terus terpelihara membuat ikatan ini menjadi keluarga besar yang kuat dan berakar dalam sejarah daerah.
Ia menegaskan bahwa pemilihan Nyong dan Noni Sulut sudah menjadi tradisi penting sejak tahun 1974 hingga sekarang. Acara ini tidak hanya soal kecantikan dan ketampanan, tetapi merupakan sekolah karakter bagi generasi muda untuk menjadi duta daerah yang cerdas, berbudaya, dan memiliki wawasan luas.
Setiap finalis dan pemenang, menurut Ny. Anik, adalah cerminan dari potensi terbaik generasi muda Sulut yang memadukan kecerdasan, kepribadian, dan keindahan budaya lokal yang sangat membanggakan. Melalui mereka, nilai budaya terus dilestarikan dan dikembangkan.
Ny. Anik juga mengajak para finalis untuk menjadikan jejak kesuksesan para pemegang gelar sebelumnya sebagai motivasi dalam pemilihan tahun ini. Grand Final akan digelar pada tanggal 18 September, di mana para peserta diharapkan mampu menunjukkan yang terbaik.
Ia berharap Ikatan Nyong dan Noni Sulut terus bersinergi dengan pemerintah provinsi dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. Kolaborasi ini dinilai sebagai kunci untuk memajukan Sulawesi Utara melalui pengembangan karakter dan promosi pariwisata.
Ketua PKK juga mengajak masyarakat mendukung program pemerintah yang dijalankan melalui kegiatan Ikatan Nyong dan Noni. Dengan kekayaan alam dan budaya Sulut yang luar biasa, para duta ini diharapkan menjadi representasi terbaik yang memperkenalkan potensi daerah ke dunia.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bagaimana pelestarian budaya dan pengembangan generasi muda bisa berjalan beriringan, dengan dukungan penuh dari tokoh-tokoh seperti Ny. Anik Yulius Selvanus yang terus memotivasi dan mengapresiasi keberadaan Ikatan Nyong dan Noni Sulut. (Rusli Datu)






































