MPC Pemuda Pancasila Loteng Menyayangkan Polisi Tidak Mengedepankan Mediasi Terkait Kasus Alus Darmiah

  • Whatsapp
MPC Pemuda
MPC Pemuda Pancasila Loteng Menyayangkan Polisi Tidak Mengedepankan Mediasi Terkait Kasus Alus Darmiah

Loading

XPOSE TV//Lombok Tengah, NTB – MPC Pemuda Pancasila Loteng menyayangkan Polisi tidak mengedepan mediasi terkait kasus Alus Darmiah, dari buntut penahan Aktivis LSM Alus Darmiah, satu persatu aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan beberapa Organisasi Masyarakat (Ormas) di Lombok Tengah (Loteng) menyatakan keberatannya. Minggu (9/3/2025).

Bacaan Lainnya

Alus Darmiah ditahan pada Kamis (06/03) atas sangkaan tindakan pengancaman oleh penyidik Polres Lombok Tengah (Loteng) berdasarkan laporan General Manager (GM) The Mandalika, Wahyu Moerhadi Nugroho pada tanggal 5 September 2024 lalu.

Kali ini, Ketua Majlis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Loteng ikut angkat bicara terkait penahanan aktivis lingkar sikurit mandalika yang aktif menyuarakan kepentingan masyarakat lingkar sirkuti Mandalika tersebut.

Katua MPC Pemuda Pancasila Loteng, Lalu Weli menyayangkan langkah Polres Loteng dalam penangangan kasus tersebut yang tidak mengedepankan mediasi antara pihak The Mandalika dengan Alus.

“Kami berharap Kapolres Loteng mengedepankan penyelesaian persoalan tersebut lewat Restoratif Justice terlebih ini bulan ramadhan,” ujarnya (08/03).

Ia mengatakan, pasal yang disangkakan ke Alus pun terkait ancaman terjadi pada tahun lalu.

Lalu Weli juga menyayangkan sikap dari pihak The Mandalika yg notabene merupakan perusahaan BUMN, seharusnya lebih mengedepankan azas musyawarah dalam menyelesaikan masalah.

“Semestinya The Mandalika mengedepankan Azas musyawarah bukan dengan tangan besi dalam menanggapi kritik lewat Aparat Penegak Hukum (APH),” cetusnya.

Tak hanya itu, Sebagai perusahaan milik negara The Mandalika semestinya selalu mepertimbangkan kearifan lokal. Dalam menerima kritikan, semestinya berusaha mencarikan solusi yang terbaik untuk masyarakat.

“Jangan sampai menjadi anti kritik, ini yang nantinya menambah kesenjangan antara perusahan dengan masyarakat,” jelasnya.

Ia menyebut, langkah tangan besi oleh pihak The Mandalika dikhawatirkan akan mengganggu kemajuan pariwisata di daerah selatan karena tidak akan ada lagi masyarakat yang akan berani bersuara jika setiap penyelesaian masalah berujung bui.

“Selain itu, tidak akan ada kedekatan emosional antara masyarakat dengan perusahan, padahal itu sangat dibutuhkan dalam rangka kerjasama mengembangkan pariwisata kita,” tutupnya.

Red: Erlan

🇮🇩 CATATAN REDAKSI: 🇮🇩 Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita dan atau konten video tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi dan/atau hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.👍 Artikel/berita yang dimaksud dapat dikirimkan melalui email redaksi: xposetv0@gmail.com. Terima kasih.👍👍👍

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *