![]()
xposetv.live//Tirto Asri – Selasa, 10 Februari 2026Mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Universitas Muhammadiyah Gorontalo Angkatan 29 mengambil peran strategis dalam mendukung upaya pencegahan stunting sekaligus menekan angka pernikahan dini melalui kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang dilaksanakan di Posyandu Dusun Anugerah, Desa Tirto Asri.
Dalam kegiatan tersebut, Mahasiswa KKD 29 terlibat langsung mendampingi pelaksanaan Posyandu yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Tirto Asri bersama kader kesehatan, PPKBD, dan Sub PPKBD. Sebanyak 11 kader terlibat sebagai pelaksana kegiatan, didukung Perawat Panca Karsa 2 serta partisipasi aktif masyarakat.
Selain membantu pelayanan kesehatan, Mahasiswa KKD 29 juga menyisipkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya kesiapan usia pernikahan. Edukasi ini menekankan bahwa pernikahan dini memiliki keterkaitan erat dengan risiko kesehatan ibu dan anak, termasuk meningkatnya potensi stunting, komplikasi kehamilan, serta masalah sosial lainnya.
Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pencegahan stunting, Mahasiswa KKD 29 membagikan makanan tambahan bergizi berupa bubur ikan kepada balita. Pemberian makanan berbahan dasar ikan ini bertujuan mendukung pemenuhan kebutuhan protein anak sebagai langkah preventif sejak dini.
Koordinator Desa (Kordes) Mahasiswa KKD 29, Diki Adik Putra Suaib, menegaskan bahwa kegiatan Posyandu menjadi ruang strategis untuk mengedukasi masyarakat secara menyeluruh.
“Melalui Posyandu, kami tidak hanya fokus pada pelayanan kesehatan dan gizi balita, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang dampak pernikahan dini terhadap kesehatan ibu dan anak. Pencegahan stunting harus dimulai dari kesiapan usia pernikahan,” ujar Diki.
Kegiatan Posyandu tersebut diikuti oleh berbagai kelompok sasaran, meliputi lansia, balita, dan ibu hamil. Tercatat sebanyak 21 balita dan 12 ibu hamil hadir untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan, pemantauan tumbuh kembang, serta edukasi kesehatan dan gizi.
Keterlibatan Mahasiswa KKD UMGO Angkatan 29 dalam kegiatan ini menunjukkan peran aktif mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan kader diharapkan mampu memperkuat program kesehatan masyarakat serta mendukung agenda nasional percepatan penurunan stunting dan pencegahan pernikahan dini. (Aan_Panigoro)





































