XPOSE TV// Bekasi, Jabar – Limbah B3 Sludge WWTP Tercecer, PT. ETI Di Duga Abaikan SOP, Pengangkutan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah kegiatan pemindahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan sarana angkutan. Dalam pengangkutan limbah B3, harus diperhatikan kesesuaian simbol dan label B3 dengan bahan yang diangkut.
Setiap orang atau lembaga yang menghasilkan, mengumpulkan, memanfaatkan, mengangkut, mengolah, dan/atau menimbun limbah B3, wajib memiliki SOP tanggap darurat limbah B3. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014 mengenai Pengelolaan Limbah B3 dan Undang-Undang 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Standar Prosedur Operasional (SOP) Tanggap Darurat Limbah B3
Beragam aktivitas pengelolaan limbah B3 memiliki berbagai resiko baik di lokasi pengelolaan maupun saat pengumpulan dan pengangkutan di luar lokasi. Dengan meningkatnya kuantitas dan kegiatan pengangkutan limbah B3, maka secara langsung akan meningkatkan resiko kecelakaan yang terjadi
Oleh karena itu, sistem tanggap darurat perlu dirancang untuk mengurangi segala faktor resiko yang terjadi.
Berdasarkan pantauan awak media, Jumat (23/9) sekitar pukul 13.30 sepanjang jalan tol cikampek dan keluar melalui pintu tol bekasi barat Kota Bekasi
Truk kontainer B 9471 UYY Di duga milik transporter PT. ETI, yang mengangkut limbah B3 Sludge WWTP yang tercecer dari peti kemas
Pada saat mendekati Truk kontainer, bagian depan petikemas sebelah kiri meneteskan berupa cairan yang diduga Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Truk kontainer, saat berhenti di prapatan rawa lumbu, ditegur oleh salah satu pengemudi kendaraan yang sama-sama berhenti di prapatan lampu merah kepada sopir tersebut, “bang kenapa bocor sambil menunjukkan area yang menetes dan bocor, karena merasa ditegur, akhirnya sopir kontainer memarkirkan kendaraan nya dipinggir jalan dan langsung turun.
Saat dikonfirmasi oleh awak media, Pengemudi truk kontainer, Dasmin membenarkan, jika truk ini mengangkut limbah dari perusahaan berinisial (PT NI) , Cimahi, Jawa Barat dengan tujuan menuju perusahaan PT. (I) yang berada di jalan Raya Narogong, kab, Bogor, “Kami hanya bertugas mengangkut saja,” ujarnya.
Saat ditanya oleh awak media, tentang bahayanya limbah itu apa? muatan truk yang dibawa tumpah dan tercecer sepanjang jalan menyebabkan jalan menjadi licin dan sangat berbahaya, sopir tersebut, hanya mendengarkan dan mengiyakan, “Biasa nya tidak seperti ini mungkin karena habis hujan,” imbuhnya.(Red/Tim/Lukman)





































