![]()
Minahasa, XposeTV – Fajar di awal Januari 2026 menyinari Desa Tikela dengan cahaya lembut, seolah mengiringi niat baik yang tengah disiapkan. Di Panti Asuhan Terang Titipan Tuhan, semangat pagi itu terasa berbeda, dipenuhi oleh anticipasi akan kedatangan tamu istimewa yang akan mewarnai hari mereka dengan kegembiraan dan kejutan.
Komunitas Manguni 15, bersama Dinas Sosial, hadir tidak hanya dengan bantuan materi, tetapi dengan energi hangat kebersamaan. Ketua Rusli Datu, Sekretaris Marsel Saroinsong, Penasehat Ronald Toar, dan Penanggung jawab Romy Ikhsan memimpin langkah mereka, siap menyapa dan berinteraksi langsung dengan setiap anak.
Suasana yang awalnya malu-malu segera mencair menjadi tawa dan canda. Ruang tengah panti yang sederhana berubah menjadi panggung kehangatan. Anggota komunitas dan perwakilan Dinas Sosial duduk bersila, mendengarkan cerita dan impian anak-anak dengan penuh perhatian, sejenak menghapus jarak antara mereka.
Penyerahan bantuan kebutuhan pokok dan perlengkapan anak-anak dilakukan dengan penuh keakraban. Prosesi itu tidak sekadar serah-terima, tetapi lebih seperti kakak dan orang tua yang sedang memberi dukungan kepada anggota keluarga yang mereka sayangi. Setiap paket diberikan dengan senyuman dan sentuhan penyemangat.
Perwakilan Komunitas Manguni 15, dengan suara lirih penuh makna, menyampaikan isi hatinya. “Kami hadir hari ini sebagai bentuk komitmen nyata untuk berbagi. Setiap bantuan ini adalah doa yang kami wujudkan, semoga dapat meringankan langkah dan menyalakan semangat baru di setiap hari kalian,” ujarnya, disambut tatap penuh harap dari anak-anak.
Pihak Dinas Sosial, menyaksikan kolaborasi yang erat ini, mengungkapkan apresiasi mendalam. Mereka melihat sinergi seperti ini sebagai pondasi penting untuk membangun ketahanan sosial. “Inilah wujud nyata solidaritas, ketika masyarakat dan pemerintah bergandengan tangan untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan kita,” tutur perwakilannya.
Kepala pengurus panti, dengan mata berkaca-kaca, menyampaikan terima kasih yang tulus. “Perhatian ini sangat berarti. Ia bukan hanya tentang materi, tetapi tentang pengingat bahwa mereka tidak sendirian. Kami berharap kebaikan ini menginspirasi lebih banyak hati untuk terbuka,” ungkapnya, suara bergetar penuh syukur.
Ketika kegiatan berakhir, matahari tergelincir meninggalkan jejak keemasan. Bukan hanya paket bantuan yang tertinggal, tetapi kenangan akan tawa, pelukan, dan percakapan yang hangat. Komunitas Manguni 15 dan Dinas Sosial pulang membawa harapan baru: bahwa semangat kebersamaan yang mereka tanam di Tikela ini akan terus tumbuh, mempererat persaudaraan, dan menjadi pembuka tahun 2026 yang penuh cahaya kasih. (JS)






































