KM Barcelona V.A.: Evakuasi Berhasil, Dua Korban Masih Hilang dan Investigasi Berlanjut

  • Whatsapp

Loading

Manado, XposeTV- Basarnas Manado mengonfirmasi update terbaru jumlah korban KM Barcelona V.A. yang terbakar di perairan Talise, Minahasa Utara. Total penumpang kini tercatat 678 orang—naik dari data awal 580—dengan rincian 673 selamat, 3 meninggal, dan 2 masih hilang (Levi Aiba dan Hamen Langinang). Data ini divalidasi melalui rapat terpadu di KSOP Manado dan melibatkan laporan dari berbagai titik evakuasi .

banner

Proses evakuasi dipicu oleh aksi cepat nelayan dan penggiat wisata lokal sebelum tim SAR resmi tiba. “Warga sekitar yang pertama membantu, menggunakan kapal kecil untuk membawa korban ke pulau terdekat,” ungkap George Randang, Kepala Basarnas Manado. Solidaritas ini menyelamatkan ratusan nyawa, meski dua penumpang belum ditemukan meski operasi SAR resmi ditutup pada 26 Juli sesuai SOP .

KM Barcelona V.A. terbakar pada 20 Juli 2025 saat berlayar dari Talaud ke Manado, dengan penyebab diduga berasal dari ruang mesin. Kapal ini mengangkut penumpang dua kali lipat dari manifes resmi (280 orang), memunculkan dugaan pelanggaran muatan . KNKT dan Polda Sulut masih menyelidiki apakah kelebihan penumpang berkontribusi pada tragedi ini, sementara nahkoda kapal telah ditetapkan sebagai tersangka .

Masyarakat Nusa Utara—yang bergantung pada transportasi laut—menuntut transparansi investigasi. Komisi V DPR mendesak Kemenhub mengusut tuntas kasus ini, menyoroti lemahnya pengawasan keselamatan kapal setelah insiden serupa di Selat Bali dan Mentawai . “Ini bukan kecelakaan pertama. Nyawa penumpang harus jadi prioritas,” tegas Syaiful Huda, Wakil Ketua Komisi V DPR.

Pasca-evakuasi, korban selamat telah dipulangkan atau dirujuk ke rumah sakit, sementara jenazah korban meninggal dibawa ke RS Bhayangkara. Pemantauan terhadap dua korban hilang tetap dilakukan oleh gabungan TNI, Polri, dan nelayan, meski operasi SAR dihentikan . Keluarga korban mengharapkan kepastian nasib anggota mereka yang belum ditemukan.

Tragedi ini mengungkap masalah sistemik: dari ketidakakuratan manifes hingga respons darurat yang lamban. Kemenhub berjanji mengevaluasi regulasi, termasuk pemantauan kapal rute terpencil. “Kami akan perketat pengawasan, terutama di wilayah kepulauan,” janji Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud .

Duka nasional mengiringi insiden ini, sekaligus jadi alarm bagi keselamatan transportasi laut. Harapannya, investigasi KNKT tak hanya mengungkap penyebab kebakaran, tetapi juga memicu reformasi kebijakan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan . (Rusli Datu)

🇮🇩 CATATAN REDAKSI: 🇮🇩 Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita dan atau konten video tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi dan/atau hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.👍 Artikel/berita yang dimaksud dapat dikirimkan melalui email redaksi: xposetv0@gmail.com. Terima kasih.👍👍👍

Pos terkait