XPOSE TV- Ketika melihat tentara biasanya yang langsung terlintas dalam pikiran kebanyakan masyarakat adalah pegang senjata, baris berbaris, tegas, disiplin dan sebagainya.
Sejak beberapa tahun terakhir ini stigma tersebut telah mulai berubah. Ketika melihat saat ini TNI Angkatan Darat bahkan Angkatan Udara dan Angkatan Laut pun telah masuk dan berkontribusi ke berbagai sektor .
Terutama pada kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan kemanusiaan dan bhakti sosial kemasyarakatan.
Kamis-29/09-2022. Kormail 0812/01
Pada hari ini Babinsa Desa Khuripan KOPTU ISNAN ANGGOTA TNI , Koramil 0812/10 Kec Babat-Lamongan . Ketika melihat KOPTU Isnan Ikut Mensukseskan program pemerintah terkait pengendalian jumlah penduduk Dengan antarkan Warga Binaan untuk mengikuti pelayanan KB, KELUARGA BERENCANA (implat) di KODIM 0812-LAMONGAN
Ucap- KOPTU ISNAN Tentara telah banyak membantu Program Pemerintah, terutama pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Salah satu Program yang sangat besar peran para tentara terutama Angkatan Darat melalui babinsa tersebut adalah Program Kesehatan, Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembanguna Keluarga (KKBPK) disamping program Pertanian dan kelestarian Lingkungan.
Manunggal TNI, KB Kesehatan telah menjadi agenda Nasional yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun. Pencanangan dilaksanakan mulai dari level Pusat atau Markas Besar (Mabes) TNI, Korem, Kodim dan sampai pada Pencanangan pada wilayah Koramil di seluruh Indonesia.
Lanjut- Danramil 0812/10 Tujuan utama KB adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak, keluarga serta masyarakat pada umumnya.
Dengan berhasilnya pelaksanaan KB diharapkan untuk angka kelahiran dapat diturunkan. Sehingga tingkat kecepatan perkembangan penduduk tidak melebihi kemampuan kenaikan produktif.
Dengan demikian taraf kehidupan dan kesejahteraan kususnya masyarakat Lamongan diharapkan akan lebih meningkat. Secara perorangan pengaturan kelahiran pada umumnya bermotif ekonomi, terutama pada masyarakat dengan ekonomi lemah dan
Meminimalkan Risiko Gangguan Kesehatan
Di negara berkembang, banyak ditemui berbagai kasus kehamilan yang tidak terduga, misalnya kehamilan yang jaraknya terlalu dekat antara kehamilan pertama dan kehamilan kedua, atau kehamilan pada usia di atas 30 hingga 40 tahun.
Patut diketahui bahwa jarak kehamilan yang terlalu dekat antara kehamilan pertama dan kehamilan kedua, yakni kurang dari dua tahun, atau kehamilan yang terjadi lebih dari lima tahun sejak kehamilan terakhir dapat berakibat buruk bagi kesehatan ibu dan anak yang bersangkutan. Bagi kaum ibu, kehamilan tak terduga dapat berakibat buruk.Pungkas DANRAMIL 0812/10
red. [ HERI ].





































