![]()
XposeTv//Gorontalo, 10 Agustus 2025 – Awak media memenuhi undangan dari keluarga korban penganiayaan di Gorontalo pada Senin pagi pukul 11.35 WITA. Setibanya di lokasi, terlihat korban penganiayaan dalam kondisi sakit. Fatir alias Syarif Al Kahar, salah satu korban, mengatakan bahwa ia merasakan sakit di seluruh badan.
Orang tua Fatir berharap agar kasus ini segera diselesaikan secara musyawarah atau dibicarakan untuk mencapai kesepakatan yang baik. “Sekarang ini tinggal menunggu pertemuan di Polsek, saya berharap ada musyawarah yang baik di sana,” kata Ibu Fatir. Dengan demikian, keluarga berharap dapat menemukan solusi yang adil dan bijak.
Ibu Fatir juga menambahkan bahwa kondisi Fatir saat ini sudah kurus dan sakit-sakitan. Belum lama ini, keluarga juga mengalami kesulitan karena suami Ibu Fatir meninggal akibat kanker. “Fatir sekarang kondisinya sudah kurus dan sakit-sakitan, untuk biaya saja saya agak sulit mengingat belum lama ini tertimpa musibah suami saya yang pertama meninggal akibat kanker,” imbuh Ibu korban sambil menangis.
Sambil menangis, Ibu Fatir menambahkan, “Saya sudah keluar biaya banyak saat suami saya yang tercinta. Saat ini saya berharap kepada kepolisian agar segera menangani kasus ini.” Ibu Fatir berharap agar kepolisian dapat menangani kasus ini dengan serius dan transparan.
Setelah menemui keluarga Fatir, awak media mendatangi korban lainnya, Rahmad Debi. Menurut informasi, Rahmad Debi adalah korban yang awalnya ditampar oleh pelaku karena tidak memberikan uang sepuluh ribu rupiah yang diminta. “Saya hanya tidak ingin memberikan uang mereka, tapi malah saya ditampar dan dipukul,” kata Rahmad Debi.
Rahmad Debi mengatakan bahwa kasus ini masih dalam proses di Polsek Boliyohuto. “Kita tunggu saja bagaimana kelanjutannya, semoga ini ada titik terang penyelesaian secara hukum yang berlaku,” katanya. Korban dan keluarga berharap agar kasus ini dapat diselesaikan dengan adil dan secepatnya.
Orang tua Rahmad Debi, Pudin Pou atau biasa disebut Om Pudin, berharap kasus ini segera ditindaklanjuti karena anaknya juga menjadi korban oleh para pelaku yang mungkin saat ini belum bisa disebut namanya karena ada sesuatu dan lain hal. “Saya berharap agar kasus ini segera ditindaklanjuti dan keadilan dapat ditegakkan,” ungkap Om Pudin penuh harap. Dengan demikian, keluarga korban berharap agar kasus ini dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan keadilan bagi korban.
Red.xposetv.






































