![]()
XPOSE TV Lamongan, 11/03/2026 – Permasalahan yang dialami seorang warga Kecamatan Brondong bernama Ny Mon yang sempat viral di media sosial akhirnya mendapat perhatian dan penyelesaian yang difasilitasi oleh Kapolsek Brondong bersama unsur Forkopimcam Brondong.
Peristiwa tersebut bermula pada Minggu, (08/03) ketika saudari Mon bersama dua orang anaknya mendatangi rumah Ipda Purnomo yang dikenal masyarakat sebagai “Polisi Baik”.
Kepada beliau, Ny.Mon mengaku tidak berani pulang ke rumah karena terlilit hutang kepada rentenir dan koperasi dengan bunga yang cukup besar.
Kondisi tersebut kemudian diunggah oleh IPDA Purnomo ke media sosial sehingga kisah Ny Mon dan kedua anaknya menjadi viral serta mendapat perhatian masyarakat luas.
Menindaklanjuti hal tersebut, pada Selasa, (10/03) sekitar pukul 22.00 WIB, Kapolsek Brondong berinisiatif mengajak unsur Forkopimcam untuk membantu menyelesaikan permasalahan warganya secara kekeluargaan.
Dalam proses tersebut, Kanit Reskrim Polsek Brondong bersama unsur Forkopimcam menjemput saudari Monalisa beserta kedua anaknya dari rumah Ipda Purnomo untuk kemudian dilakukan pendampingan.
Selanjutnya pada Rabu, (11/03) bertempat di ruang Sekretaris Camat (Sekcam) Kecamatan Brondong dilaksanakan mediasi yang dihadiri oleh unsur Forkopimcam, perangkat kelurahan, serta pihak terkait.
Dari hasil mediasi tersebut disepakati beberapa solusi, di antaranya sisa hutang Ny.Mon kepada pihak bank harian diselesaikan secara gotong royong oleh Camat Brondong bersama Lurah Brondong.
Selain itu, dua anak dari Ny Mon yang sebelumnya putus sekolah akan dimasukkan kembali untuk melanjutkan pendidikan setelah dilakukan koordinasi dengan Korwil Pendidikan Kecamatan Brondong dan Pihak Sekolah terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Ny. Mon juga menyampaikan komitmennya untuk tidak lagi mengajak anak-anaknya yang masih di bawah umur untuk meminta-minta di jalan.
Kapolsek Brondong menyampaikan bahwa langkah mediasi ini merupakan bentuk kepedulian serta upaya bersama dalam membantu warga yang mengalami kesulitan, sekaligus memastikan anak-anak tetap mendapatkan haknya untuk mengenyam pendidikan.
Dengan adanya penyelesaian secara kekeluargaan ini, diharapkan permasalahan yang sempat menjadi perhatian publik tersebut dapat berakhir dengan baik serta memberikan solusi bagi masa depan Ny. Mon dan kedua anaknya.






































