![]()
XposetV//Gorontalo-Judi online telah menjadi masalah serius di Indonesia, dengan kerugian finansial yang sangat besar bagi masyarakat. Pada tahun 2023, perputaran uang dalam aktivitas judi online mencapai Rp327 triliun, yang meningkat signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Hanya pada kuartal pertama 2024, jumlah uang yang terlibat sudah mencapai Rp100 triliun (Katadata)(VOA Indonesia).
Dampak Judi Online terhadap Kemiskinan
Aktivitas ini tidak hanya meusak moral, tetapi juga dapat memperburuk kondisi ekonomi individu dan keluarga. Kerugian finansial yang signifikan sering kali mengakibatkan hutang yang menumpuk, kehilangan aset dan pada akhirnya menjerumuskan pelakunya ke dalam lingkaran kemiskinan. Lebih jauh lagi, dampak sosial dari judi online, seperti konflik keluarga, kehilangan pekerjaan dan gangguan kesehatan mental, turut memperburuk kondisi kesejahteraan masyarakat. Dalam upaya mencari solusi untuk masalah ini, perspektif ekonomi Islam atau syariah menawarkan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan.
Prinsip Ekonomi Syariah sebagai Solusi
Ekonomi syariah, yang didasarkan pada prinsip-prinsip Islam, menawarkan berbagai solusi untuk mengatasi kemiskinan akibat judi online. Berikut adalah beberapa prinsip dan pendekatan yang dapat diterapkan:
1. Pelarangan Judi (Maisir): Dalam Islam, judi (maisir) adalah haram dan dilarang secara tegas. Pelarangan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari praktik yang merusak ekonomi dan moral. Dengan menerapkan kebijakan yang lebih ketat dan memperkuat regulasi, pemerintah dapat mengurangi prevalensi judi online.
2. Pendidikan dan Kesadaran: Edukasi mengenai bahaya judi online dan pentingnya mengelola keuangan sesuai dengan prinsip syariah harus ditingkatkan. Program-program pendidikan yang menyasar semua lapisan masyarakat, terutama generasi muda, sangat penting untuk membangun kesadaran dan mencegah perilaku berjudi.
3. Zakat dan Sedekah: Instrumen keuangan syariah seperti zakat dan sedekah dapat digunakan untuk membantu mereka yang terjerat kemiskinan akibat judi online. Dana zakat yang dikelola dengan baik dapat memberikan bantuan langsung kepada yang membutuhkan, serta mendukung program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat miskin.
4. Pemberdayaan Ekonomi: Ekonomi syariah mendorong pemberdayaan ekonomi melalui konsep bagi hasil (mudharabah dan musyarakah) dan pinjaman tanpa riba (qardhul hasan). Program-program ini dapat membantu individu yang terkena dampak judi online untuk memulai usaha baru dan membangun kembali kehidupan ekonomi mereka tanpa beban hutang yang menjerat.
5. Pembentukan Lembaga Keuangan Syariah: Penguatan dan pengembangan lembaga keuangan syariah seperti bank syariah, koperasi syariah, dan lembaga mikro syariah dapat memberikan alternatif pembiayaan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat. Lembaga-lembaga ini dapat berperan dalam memberikan pembiayaan yang adil dan sesuai dengan prinsip syariah.
Kesimpulan
Pendekatan ekonomi syariah menawarkan solusi yang komprehensif untuk mengatasi kemiskinan akibat judi online. Dengan menerapkan prinsip-prinsip syariah, seperti pelarangan judi, edukasi, zakat, pemberdayaan ekonomi, dan pengembangan lembaga keuangan syariah, masyarakat dapat dibantu untuk keluar dari jeratan kemiskinan dan membangun kehidupan yang lebih sejahtera. Pemerintah, ulama, dan masyarakat harus bekerja sama dalam mewujudkan solusi ini agar dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil dan makmur.
Supandi Rahman
Dosen Ekonomi Syariah IAIN Sultan Amai Gorontalo






































