Dugaan Indikasi Penyimpangan Pembangunan Gedung PN Sumbawa Barat Tahap I Disorot LSM

XposetvSumbawa Barat|NTB,-Pembangunan Gedung Pengadilan Negeri Sumbawa Barat Tahap I tahun anggaran 2023 lalu disinyalir mengalami penyimpangan dalam pelaksanaan. Proyek yang dilaksanakan oleh CV. Mirata Konstruksi dengan nilai penawaran Rp 6,946 Miliar tersebut bermasalah dalam proses tender,juga mengalami mark up harga disamping hasil pekerjaan tidak memenuhi spesifikasi teknis.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Front Rakyat Anti Korupsi Sumbawa 9FRAKSI), Peros Wijaya kepada wartawan media online Xposetv, DI Mataram sore kemarin, (21/4/24).
Pada tahapan proses tender dijelaskan Peros Wijaya sangat nyata adanya penyimpangan peraturan perundang-undangan dan pedoman pengadaan jasa konstruksi melalui penyedia.
Pokja Pemilihan menetapkan Perusahaan yang dari sisi perizinan tidak memiliki legalitas hukum. โ€˜โ€™Sertifikat Badan Usaha (SBU) Subklasifikasi Jasa Pelaksana Gedung Perkantoran (BG002) yang dipersyaratkan dalam proses tender dicabut oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) karena tidak lagi memenuhi ketentuan perundang-undangan.
Penanggung Jawab Teknis Subklasifikasi (PJTSK)mencabut diri dari Perusahaan yang ditetapkan sebagai pemenang sebelum pengumuman tender ditayang (23/08/2023)โ€™โ€™, paparnya seraya menambahkan tahap pengumuman tender pengadaan pekerjaan Pembangunan Gedung Pengadilan Negeri Sumbawa Barat Tahap I ditayangkan tanggal 20 Oktober 2023.

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ CATATAN REDAKSI: ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita dan atau konten video tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi dan/atau hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.๐Ÿ‘ Artikel/berita yang dimaksud dapat dikirimkan melalui email redaksi: xposetv0@gmail.com. Terima kasih.๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

Pos terkait