Ditlantas Polda Jatim Tekan Angka Pelanggaran dan Kecelakaan Dalam Operasi Patuh Semeru 2024

  • Whatsapp

Loading

Operasi yang digelar untuk membangun budaya tertib berlalulintas di tengah masyarakat dengan mengutamakan kegiatan edukatif, persuasif dan humanis ini membuahkan hasil.

โ€œAngka kecelakaan dan pelanggaran kuantitas jumlahnya bisa kita tekan,โ€ terang Kombes Pol Komarudin.

Dirlantas Polda Jatim mengatakan dari data pelanggaran total secara keseluruhan mampu menekan pelanggaran sampai dengan 85% dari 1.846.000 pelanggaran di tahun 2023 menjadi 279.871 di tahun 2024.

Dengan tingkat kecelakaan terendah yakni, Polres Sampang, Poleres Pasuruan Kota, Polres Pelabuhan Tanjungperak, Polres Probolinggo Kota dan Polres Batu.

Operasi Patuh Semeru 2024 ini demi keselamatan dan ketaatan masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya khususnya di wilayah Jawa Timur secara umum cukup baik dan ada peningkatan.

Kombes Pol Komarudin menjelaskan, kenaikan tersebut fluktuatif setiap hari sesuai data laporan dari masing โ€“ masing satuan wilayah.

Untuk tingkat fatalitas korban meninggal dunia yang awalnya cukup tinggi, dengan adanya Operasi Patuh Semeru 2024 dampaknya juga menunjukan angka penurunan.

Ditlantas Polda Jatim menambahkan dalam pelaksanaan operasi patuh dengan kurun waktu 14 hari terjadi 662 kasus kecelakaan atau turun sebanyak 27% dari pelaksanaan operasi di tahun 2023.

Pada korban meninggal dunia tercatat 18 orang turun 67% dibandingkan dengan tahun 2023, untuk luka berat dan luka ringan turun sebanyak 21% sebanyak 1.012 orang,

Kombes Pol Komarudin menerangkan seiring dengan dampak dari sosialisasi secara intens yang sering diberikan oleh Polisi adalah bentuk capaianya.

Bukan hanya di jalanan, namun juga di sekolah-sekolah agar memberikan pemahaman sejak dini di bangku sekolah terkait tertib berlalu lintas.

โ€œKita tanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada masyarakat, karena memang tidak ada satupun kecelakaan tanpa didahului oleh pelanggaran,โ€ urai Kombes Pol Komarudin.

Dijelaskan Ditlantas Polda Jatim akui memang saat ini Polisi masih menggunakan gaya-gaya konvensional, yakni menggunakan penggelaran kekuatan personel maksimal dalam menggelar operasi.

Untuk kedepannya Ditlantas Polda Jatim berharap tidak perlu menggunakan gelaran personel pun masyarakat sudah tertib.

Diakuinya juga bahwa saat ini dalam hal mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas ( Kamseltibcarlantas) masih dibutuhkan penggelaran personel.

โ€œItu harapan kita bersama dengan tertanamnya budaya tertib,โ€ terang Kombes Komarudin.

Karena masih kurang adanya tingkat kesadaran masyarakat untuk berlaku tertib dalam berlalu lintas masih perlu ditingkatkan.

โ€œMemang masih butuh penggelaran personel kemudian disertai penindakan terhadap pelanggar- pelanggar itu yang memang masih konvensional,โ€ tambahnya.

Karena itu jajaran Ditlantas Polda Jatim akan terus memaksimalkan edukasi tentang Kamseltibcarlantas bagi Masyarakat agar tertib berlalulintas benar-benar menjadi budaya.

โ€œIni semuanya adalah dalam rangka menjamin rasa aman dan nyaman dalam masyarakat ketika berlalulintas di jalan,โ€ tutup Komarudin. (Lutfi)

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ CATATAN REDAKSI: ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita dan atau konten video tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi dan/atau hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.๐Ÿ‘ Artikel/berita yang dimaksud dapat dikirimkan melalui email redaksi: xposetv0@gmail.com. Terima kasih.๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *