XPOSETV// BEKASI -Diskominfosantik Sosialisasikan Pencegahan Berita Hoak ke Para Pelajar. Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Bekasi berkolaborasi dengan Unit Jabar Saber Hoaks melakukan agenda kegiatan kunjungan ke sekolah-sekolah yang berada di wilayah Kabupaten Bekasi guna meliterasikan jenis-jenis berita bohong atau hoak.
Diskominfosantik Sosialisasikan Pencegahan Berita Hoak ke Para Pelajar. Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) pada Diskominfosantik, Rhamdan Nurul Ikhsan mengatakan, peran pelajar atau anak-anak muda saat ini sangat dibutuhkan dalam perkembangan modernisasi di era digital. Terkait tentang soal penyebaran informasi yang kian bertumbuh dan berkembang pesat justru menimbulkan dampak lain dengan banyaknya muncul berita-berita maupun konten-konten hoak yang berani secara terbuka.
“Untuk itulah sangat diperlukan peran dari generasi muda atau pelajar sebagai agen pencegahan berita hoak. Adapun Peranan pelajar dalam memberantas berita atau informasi hoak dapat dimulai dari diri sendiri, yaitu dengan bekal dan pengetahuan tentang berita palsu atau hoax, untuk selanjutnya mereka bisa menyebarkan edukasi ini di lingkungan masing-masing keluarga maupun yang cakupannya lebih luas lagi,” ucap Rhamdan, saat menghadiri kegiatan Sarling Jabar di SMK Telekomunikasi Telesandi, Tambun Selatan, kabupaten Bekasi, Kamis (15/06).
Rhamdan menyakini, jika pelajar atau pemuda sebagai generasi yang dianggap memiliki kecerdasan intelektual tinggi, serta pemikiran yang terbuka. Sudah seharusnya menjadi promotor terdepan dalam menangkal tersebar luasnya informasi atau berita-berita hoax khususnya di wilayah Kabupaten Bekasi.
“Para pelajar ini diharapkan bisa menjadi filterasi informasi dengan cara yang bijak. Ketika memperoleh suatu informasi, seharusnya kita membaca dengan seksama berita yang ada. Kemudian mengecek kebenaran berita sebelum menyebarluaskannya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, para pelajar dari SMK Telekomunikasi Telesandi juga mendeklarasikan Gerakan Anti Hoak yang diikrarkan oleh seluruh siswa-siswinya.
Dia juga tak lupa memberikan tips dan karakteristik dari berita ataupun informasi hoak kepada para pelajar.
“Cirinya biasanya menggunakan judul yang spektakuler atau berlebihan, menggunakan unsur mencocok-cocokkan (cocokologi), tidak mencantumkan nama penulis artikel, meminta agar dishare atau diviralkan, hingga memanipulasi foto dan keterangan gambar,” jelasnya.
IY






































