Bupati Boalemo Tegaskan Keselamatan Sekolah, Insiden Plafon Jatuh Jadi Alarm Serius Tata Kelola Infrastruktur Pendidikan

  • Whatsapp
Bupati Boalemo Tegaskan Keselamatan Sekolah, Insiden Plafon Jatuh Jadi Alarm Serius Tata Kelola Infrastruktur Pendidikan
Bupati Boalemo Tegaskan Keselamatan Sekolah, Insiden Plafon Jatuh Jadi Alarm Serius Tata Kelola Infrastruktur Pendidikan

Loading

xposetv.live//Boalemo – Bupati Boalemo, Drs. H. Rum Pagau, menegaskan bahwa insiden jatuhnya plafon di sejumlah sekolah bukan persoalan sepele, melainkan peringatan serius atas lemahnya tata kelola pembangunan infrastruktur pendidikan di daerah.

banner

Menurut Bupati, keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik tidak boleh dikompromikan oleh kelalaian dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun pengawasan pembangunan gedung sekolah.

Baca Juga : infrastruktur-pendidikan-di-boalemo-kembali-memprihatinkan-bupati-panggil-kontraktor/

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Rum Pagau saat memberikan arahan pada pelantikan kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Boalemo yang digelar di Pendopo Kantor Bupati, Rabu (07/01).

Di hadapan para kepala sekolah, Rum Pagau menegaskan bahwa setiap kerusakan bangunan sekolah harus dipandang sebagai ancaman langsung terhadap keselamatan anak-anak, bukan sekadar masalah teknis yang bisa ditoleransi.

“Bangunan sekolah yang rusak dan membahayakan keselamatan adalah bentuk kegagalan perencanaan dan pengawasan. Ini tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya.

Bupati menilai, pembangunan gedung sekolah selama ini masih cenderung berorientasi pada penyelesaian proyek, bukan pada kualitas dan daya tahan bangunan.

Akibatnya, bangunan baru atau hasil rehabilitasi justru cepat mengalami kerusakan dan membahayakan pengguna.

Ia menekankan bahwa seluruh proyek pembangunan dan rehabilitasi sekolah harus mengedepankan standar konstruksi, kualitas material, serta pengawasan ketat sejak tahap awal hingga selesai.

“Jangan asal bangun. Jangan kejar target proyek, tetapi abaikan mutu dan keselamatan. Ini menyangkut nyawa dan masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Dalam arahannya, Rum Pagau juga menegaskan peran kepala sekolah sebagai garda terdepan pengawasan kondisi fisik sekolah.

Ia meminta kepala sekolah tidak bersikap pasif atau menutup mata terhadap kerusakan bangunan demi kelancaran administrasi atau program tertentu.

“Kepala sekolah wajib peduli. Kalau ada tanda kerusakan, sekecil apa pun, segera laporkan. Jangan menunggu sampai terjadi insiden yang membahayakan,” katanya.

Bupati secara tegas menginstruksikan Dinas Pendidikan bersama instansi teknis terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan terbuka terhadap kondisi bangunan sekolah di seluruh Kabupaten Boalemo.

Evaluasi tersebut diharapkan mampu memetakan sekolah-sekolah rawan dan menetapkan prioritas perbaikan secara objektif dan bertanggung jawab.

Selain penegasan soal pengawasan, Rum Pagau juga mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk mulai memikirkan solusi konstruksi yang lebih berkelanjutan.

Salah satunya melalui pemanfaatan bambu petung sebagai bahan alternatif yang kuat, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi.

Ia mengungkapkan rencana Pemerintah Kabupaten Boalemo membangun pabrik pengolahan bambu petung guna mendukung pemanfaatan bahan tersebut secara luas, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Ke depan, bambu petung akan menjadi solusi konstruksi. Karena itu saya mengajak masyarakat mulai menanam bambu petung dari sekarang,” ujar Rum Pagau.

Bupati menegaskan, upaya ini bukan hanya soal mencari bahan bangunan alternatif, tetapi bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur pendidikan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

Ia berharap, dengan pengawasan yang lebih ketat, perencanaan yang matang, serta keterlibatan aktif seluruh pihak, insiden plafon jatuh di sekolah tidak lagi terulang.

“Sekolah harus menjadi ruang aman bagi anak-anak. Tidak boleh ada lagi bangunan yang justru mengancam keselamatan mereka,” tegasnya.

Melalui kesempatan tersebut, Rum Pagau juga mengingatkan para kepala sekolah yang baru dilantik bahwa amanah kepemimpinan tidak hanya diukur dari capaian administrasi dan akademik, tetapi juga dari kemampuan menjaga keselamatan dan kenyamanan lingkungan belajar.

“Anak-anak berhak belajar tanpa rasa takut. Itu tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.(Red)

🇮🇩 CATATAN REDAKSI: 🇮🇩 Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita dan atau konten video tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi dan/atau hak jawab kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.👍 Artikel/berita yang dimaksud dapat dikirimkan melalui email redaksi: xposetv0@gmail.com. Terima kasih.👍👍👍

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *